Tangani Covid, Pemerintah Sudah Kucurkan Dana Rp800 T

Tangani Covid, Pemerintah Sudah Kucurkan Dana Rp800 T
Ilustrasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Pemerintah setidaknya telah menggelontorkan anggaran sekitar Rp800 triliun untuk penanganan pandemi Covid-19. Saat ini, vaksin Covid-19 belum tersedia secara klinis.

Deputi Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Perekonomian dan Kemaritiman Salamat Simanullang mengatakan, anggaran sekitar Rp800 triliun ini merupakan gabungan dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) dan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

"Kita lihat APBN teralokasi Rp695,2 triliun, APBD Rp78,2 triliun, dana desa Rp28,46 truliun. Total mendekati Rp800 triliun," sebut Salamat dalam diskusi virtual, Selasa (29/9/2020).

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menuturkan, peningkatan belanja diarahkan untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang terbagi dalam enam klaster. Pertama, untuk kesehatan dan kedua perlindungan sosial. 

Ketiga, program sektoral Kementerian/Lembaga (K/L) dan pemerintah daerah (Pemda) melalui program padat karya. Keempat dukungan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan kelima insentif dunia usaha berupa insentif pajak.

Keenam, pembiayaan korporasi terutama untuk badan usaha milik negara (BUMN) dan korporasi swasta. 

"Enam bidang PEN ini kita jalankan melalui APBN dan APBD. Di sinilah peran dari Ibu-Bapak selaku APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah), SPI (Satuan Pengawas Internal), Aparat Penegak Hukum, Pengawas untuk ikut membantu. Nomor satu memastikan bahwa seluruh kegiatan yang dilakukan tersebut dalam waktu singkat tetap akuntabel namun bisa dilakukan dalam waktu yang sangat cepat," katanya.

Untuk mempercepat penyerapan anggaran, pemerintah ingin memastikan K/L yang mendapat anggaran tambahan mengevaluasi secara tepat dan benar. Ini sangat membutuhkan peran serta dari seluruh APIP dan SPI internal.

"Kedua, memastikan pelaksanaan program berlangsung baik. Tantangan kita adalah pelaksanaan program, sesuai peruntukan, tepat sasaran," tuturnya.