Lintas Daerah

Tanah Longsor Ancam 5 Kecamatan di Tulungagung

TULUNGAGUNG, SENAYANPOST.com – Ancaman tanah longsor masih menghantui warga sejumlah wilayah di Tulungagung. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tulungagung Suroto memperingatkan warga yang bermukim di kawasan perbukitan di lima kecamatan untuk mewaspadai potensi longsor selama musim hujan.

“Berdasarkan laporan dari tahun 2018, tanah longsor sering terjadi di Kecamatan Pagerwojo dan Sendang. Dan untuk tiga kecamatan yakni Pucanglaban, Tanggunggunung dan Kalidawir masih aman, tapi tetap harus waspada,” katanya, Senin (3/12/2018).

Peristiwa longsor secara sporadis sudah terjadi di wilayah Kecamatan Pagerwojo dan Sendang, mengakibatkan lima rumah warga rusak, satu akses jalan desa terputus dan beberapa titik area pemukiman terendam banjir.

Suroto menjelaskan, ada lima kecamatan dari 19 kecamatan di Tulungagung yang masuk kategori rawan tanah longsor.

Kelima kecamatan itu berada di area pegunungan, yakni Kecamatan Pagerwojo, Sendang, Pucanglaban, Kalidawir, dan Tanggunggunung.

Untuk itu, masyarakat yang berdomisili di daerah itu harus terus meningkatkan kewaspadaannya.

Soeroto menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterima dari Badan Meteorologi dan Geofisika stasiun Meteorologi Klas I Juanda, Surabaya, menyebutkan jika akumulasi curah hujan selama Desember 2018 berkisar antara 151-500 milimeter.

“Dengan tingginya curah hujan, maka perlu diwaspadai adanya potensi hujan lebat yang berpotensi mengakibatkan banjir dan tanah longsor,” tuturnya.

Dia mengatakan, untuk langkah antisipasi bagi daerah pegunungan agar selalu waspada setiap waktu apabila hujan turun.

Khusus bagi mereka yang bertempat tinggal di bawah tebing tinggi agar lebih waspada. Kalau perlu apabila hujan deras berlangsung lebih dari dua jam agar sementara waktu pindah ke tempat yang lebih aman.

“Jika rumah berada tepat di bawah tebing, lebih baik mengungsi ke rumah tetangga atau saudara yang dirasa cukup aman,” paparnya.

Soeroto menambahkan, selain bencana tanah longsor, masyarakat harus lebih waspada terhadap bencana angin puting beliung.

Melihat pada masa transisi perubahan musim kering (kemarau) ke musim hujan, biasanya hujan lebat selalu disertai angin kencang atau puting beliung yang bisa memicu kerusakan. (AF)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close