Ekonomi

Tambahan Libur Lebaran Disebut Ganggu Dunia Usaha

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) kecewa dengan keputusan pemerintah yang menambah jatah libur bersama pada Lebaran tahun ini. Pasalnya, hal itu akan mengganggu kegiatan dunia usaha.

“Menganggu ya pasti, ganggu produktivitas dunia usaha. Misalnya, pabrik yang ingin produksi akan bermasalah dengan pasokan dan pengiriman logistik,” ujar Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani dalam keterangannya, Kamis (19/4/2018).

Kemarin, pemerintah mengumumkan penambahan cuti bersama tiga hari, yakni pada 11, 12, dan 20 Juni 2018.

Dengan hari raya Idul Fitri yang diperkirakan jatuh pada 15 dan 16 Juni 2018, libur lebaran tahun ini akan berlangsung mulai tanggal 11 hingga 20 Juni 2018 dari sebelumnya 13 hingga 19 Juni 2018.

Nah, selain produktivitas, pengusaha juga akan kesulitan dalam pembiayaan. Di mana bank-bank nasional akan tutup pada hari tersebut, hal ini membuat pengusaha menjadi kesulitan untuk menjalankan usahanya.

“Gimana mau jalan kalau banknya tutup. Ditambah lagi, kalau untuk barang ekspor, kalau semua tutup bagaimana kita mau kerja. Kan cuti bersama. Libur semua. Mengurangi produktivitas, dan kita sudah banyak libur. Padahal tanggal merahnya juga banyak,” jelasnya.

Hariyadi juga mengkritisi alasan pemerintah dalam memberikan tambahan cuti bersama dengan alasan mengurangi kepadatan arus mudik Lebaran. Namun, menurutnya, kepadatan mudik pasti akan terjadi walaupun cuti bersama ditambah.

“Percaya deh, mau liburnya dibikin sampai 10 hari pun, tetap saja nanti kendaraan akan membludak juga. Itu kan sudah memang sering terjadi setiap tahunnya,” ungkap dia.

Haryadi mengaku belum diajak berdiskusi dengan pemerintah terkait penetapan cuti bersama tersebut. Padahal, cuti bersama tidak hanya mempengaruhi waktu libur Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga pegawai swasta.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close