Taliban Menggila, Bantai Lebih dari 100 Warga Afghanistan di Perbatasan Pakistan

Taliban Menggila, Bantai Lebih dari 100 Warga Afghanistan di Perbatasan Pakistan
Para pendukung Taliban berpawai sambil mengibarkan bendera. (Foto/twitter)

KABUL, SENAYANPOST.com - Lebih dari 100 penduduk Spin Boldak, Afghanistan, diseret keluar rumah dan dihabisi oleh Taliban. Mereka dituduh jadi pendukung pemerintahan sipil Kabul.

Pernyataan itu diungkapkan juru bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Afghanistan kepada Sputnik.

Taliban mengklaim menguasai hampir 90% wilayah perbatasan Afghanistan, termasuk dengan Tajikistan, Uzbekistan, Turkmenistan, dan Iran.

Pasukan Afghanistan saat ini terlibat pertempuran sengit dengan Taliban untuk merebut kembali seluruh distrik Spin Boldak di perbatasan Pakistan.

"Mereka (Taliban) membantai orang-orang di bagian distrik yang dikuasai mereka. Mereka menggerebek rumah mereka, menjarah barang-barang mereka, dan membunuh mereka," ujar Fawad Aman, juru bicara Kementerian Pertahanan Nasional Afghanistan dikutip Sindonews dari Sputnik.

Dia mengklaim pembunuhan warga sipil oleh gerilyawan Taliban telah melonjak sejak perayaan Idul Adha berakhir pada 21 Juli.

Pejabat Afghanistan juga menuduh bagian-bagian tertentu dari distrik yang berlokasi strategis itu masih berada di bawah kendali Taliban.

Pekan lalu, Pasukan Keamanan Nasional Afghanistan (ANSF) melancarkan operasi keamanan untuk merebut wilayah itu dari Taliban.

Kota di Provinsi Kandahar Afghanistan direbut Taliban pada 14 Juli, menandai pertama kalinya dalam 20 tahun wilayah itu jatuh ke tangan Taliban.

Aman mengatakan, “Taliban, bagaimanapun, masih mengendalikan penyeberangan perbatasan, yang rata-rata menyaksikan lebih dari 70.000 orang menyeberang setiap hari antara Provinsi Balochistan Pakistan dan Provinsi Kandahar Afghanistan.”

"Kami akan segera membebaskan bagian distrik (Spin Boldak) ini," tutur pejabat Afghanistan itu.

Kepala juru bicara Taliban Suhail Shaheen "membantah" tuduhan bahwa kelompok itu terlibat dalam pembunuhan warga sipil.

"Mereka hanya ingin mencari pembenaran atas rencana ofensif mereka terhadap pasukan kami yang berbasis di Spin Boldak," ujar dia kepada Sputnik.

Mengutip laporan lembaga penyiaran Afghanistan TOLO News, Wakil Presiden Pertama Afghanistan Amrullah Saleh mengklaim para korban pembantaian termasuk atlet, blogger video, dan mereka yang dicurigai bersimpati dengan orang-orang Baloch yang tinggal di sebelah Pakistan.