Hukum

Tak Terima Praperadilannya Ditolak, Kivlan Ajukan 4 Praperadilan Baru

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Tersangka kasus dugaan makar dan kepemilikan senjata Kivlan Zen, tidak terima praperadilan yang diajukannya ditolak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Karena itu, Kivlan akan mengajukan empat permohonan praperadilan baru.

Penegasan ini disampaikan kuasa hukum Kivlan Zen, Tonin Tachta, setelah hakim tunggal Achmad Guntur menolak praperadilan Kivlan, Selasa (30/7/2019).

Menurut Tonin Tachta, empat praperadilan yang akan diajukan ini hampir sama dengan praperadilan yang sudah ditolak oleh hakim tunggal PN Jakarta Selatan.

“Besok Pak Kivlan akan mendaftarkan lagi empat biji. Satu mengenai penetapan tersangka, penyitaan, penangkapan, dan penahanan. Kami pisah (permohonannya),” ujar Tonin.

Pengajuan empat praperadilan ini juga dilakukan karena Tonin menilai hakim tunggal kebingungan dengan praperadilan terakhir. Pasalnya, permohonan itu menyatukan empat perkara.

“Hakim bingung dia, karena empat (perkara jadi satu). Makanya tadi pertimbangan membingungkan sendiri. Tidak bisa membedakan mana penetapan tersangka, mana penyitaan, mana penahanan, mana penangkapan,” jelasnya.

Selain itu, kata Tonin, hakim bingung dengan keterangan ahli yang dihadirkan pihaknya.

“Ahlinya doktor yang kita hadirkan cukup banyak ilmu yang didapat, tidak terserap (oleh hakim tunggal). Tidak terserapnya karena ini sudah kompleks empat (perkara) yang disampaikan, jadi bingung mana yang pas,” tutur Tonin.

Sebelumnya, PN Jakarta Selatan menolak permohonan praperadilan tersangka kepemilikan senjata ilegal Kivlan Zen.

“Mengadili, menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya,” kata Hakim Tunggal, Achmad Guntur saat membacakan vonis dalam sidang di PN Jaksel, Jakarta Selatan, Selasa (30/7). (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close