Politik

Tak Punya E-KTP, 844 Ribu Pemilih Terancam Gagal Nyoblos di Pilkada

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Sebanyak 844 ribu pemilih terancam tak bisa ikut mencoblos dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2018. Sebab, mereka diketahui belum memiliki e-KTP. Jika tak miliki surat keterangan (suket) sampai akhir pemilihan, pemilih yang tak punya e-KTP tidak bisa menggunakan hak pilihnya.

“Sampai akhir (pemungutan suara) yang enggak punya suket ya enggak bisa milih,” jelas komisioner KPU Viryan Aziz di Jakarta, Senin (30/4).

Sebelumnya Viryan menjelaskan, dinas dukcapil daerah setempat sudah mengecek data warga yang telah melakukan perekaman data e-KTP dan telah memiliki suket. Warga yang sudah memiliki suket tidak dicoret dari data pemilih.

“Pertama, setelah dicek, ternyata data itu ada dalam dokumen kependudukan (sudah rekam data). Kedua, dukcapil mengeluarkan suket, sehingga mereka tidak dicoret,” kata Viryan.

Jumlah 844 ribu pemilih yang tak memiliki e-KTP pada Pilkada Serentak 2018 tersebut berkurang pada pilkada sebelumnya.

“Dari sebelumnya yang 6,7 juta itu menjadi di bawah 1 juta. Angka sekarang 844 ribu pemilih yang tidak punya KTP elektronik atau belum dipastikan memiliki KTP elektronik,” katanya.

Menurut Viryan, menurunnya jumlah pemilih yang tak memiliki e-KTP juga karena dukungan dari dinas dukcapil kabupaten/kota.

“Hal ini (penurunan) dimungkinkan terjadi dengan dukungan dinas dukcapil kabupaten/kota,” ucapnya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close