Tak Mampu Lunasi Pinjaman, Apakah Bisa Dipidana?

05:33
940
Tak Mampu Lunasi Pinjaman, Apakah Bisa Dipidana?

Pengasuh Rubrik Hukum SenayanPost.com yang terhormat,

Sekitar empat tahun yang lalu saya meminjam uang untuk modal bisnis kepada seorang teman. Saya berjanji akan mengembalikannya setahun kemudian. Namun ternyata saya tidak mampu mengembalikan uang tersebut karena bisnis yang saya jalani ternyata tidak sesuai dengan harapan.

Seminggu yang lalu saya dilaporkan oleh teman saya tersebut ke polisi karena dianggap telah menipu dirinya.

Jujur saja, saya bukannya tidak mau membayar akan tetapi memang tidak punya uang untuk mengembalikannya.

Pertanyaan saya: apakah teman saya bisa melaporkan saya atas dasar hutang yang belum dibayar? Apakah saya bisa dihukum karena tidak mampu melunasi hutang saya tersebut?

Mohon pencerahannya. Terima kasih.

Lukman, Purwokerto

Jawaban:

Saudara Lukman yang kami hormati. Terima kasih atas pertanyaan Saudara.

Secara khusus, mengenai perjanjian utang-piutang sebagai perbuatan pinjam-meminjam diatur dalam Pasal 1754 KUH Perdata yang menyatakan: “Suatu perjanjian dengan mana pihak yang satu memberi kepada pihak yang lain suatu jumlah tertentu barang-barang yang menghabiskan karena pemakaian dengan syarat bahwa pihak yang terakhir ini akan mengembalikan sejumlah yang sama dari jenis dan mutu yang sama pula”.

Selanjutnya apakah boleh melaporkan orang karena tidak membayar utang ke Kepolisian, jawabannya boleh-boleh saja.

Akan tetapi,Pasal 19 Ayat 2 UU HAM telah mengatur, tidak seorangpun atas putusan pengadilan boleh dipidana penjara atau kurungan berdasarkan atas alasan ketidakmampuan untuk memenuhi suatu kewajiban dalam perjanjian utang piutang.

Artinya, walaupun ada laporan polisi, pengadilan tidak boleh memidanakan seseorang karena ketidakmampuannya membayar utang.

Saudara tidak menjelaskan bisnis apa yang dijalankan dan apakah teman saudara dengan telah memberi pinjaman akan mendapat keuntungan (bunga), apakah pinjaman sudah diangsur atau belum.

Apabila tidak dijelaskan hutang untuk bisnis apa dan tidak ada keuntungan yang akan dijanjikan, berpotensi perjanjian hutang dianggap sebagai modus untuk mendapatkan pinjaman sehingga berisiko laporan pidana.

Dalam praktiknya, seringkali permasalahan utang-piutang dilaporkan ke kepolisian dengan Pasal 378 KUHP tentang Penipuan. Padahal, substansi dari tindak pidana penipuan adalah jelas berbeda dari suatu perjanjian yang merupakan perbuatan hukum perdata.

Comments

comments