Sepak Bola

Tak Kenal Gareth Bale, Penerjemah UEFA Langsung Dipecat Detik Itu Juga

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Jelang laga kualifikasi Euro 2020 antara tuan rumah Azerbaijan vs Wales esok hari, manajer Wales Ryan Giggs menjumpai sejumlah wartawan lokal untuk menjawab sejumlah pertanyaan.

Translator wanita yang duduk di sebelah Giggs mengajukan sebuah pertanyaan konyol yang berujung pemecatannya, “Siapa sih Gareth Bale?”

Legenda Manchester United itu hanya bisa melirik tajam. Bagaimana bisa seorang translator tim Wales tak kenal Gareth Bale? dan PSSI-nya Wales kemudian meminta sang penerjemah diganti.

Penggantinya didatangkan oleh UEFA dan terlambat untuk sesi tanya jawab berikutnya dengan sang pemain Real Madrid tersebut.

Seperti dilaporkan oleh harian Inggris The Sun, jumpa pers pra-pertandingan Ryan Giggs di ibukota Azerbaijan, Baku, mendadak berantakan setelah seorang translator perempuan UEFA bertanya kepada Ryan Giggs, “Siapa sih Gareth Bale?”

Penerjemah itu juga berbicara terlalu panjang saat Giggs yang frustrasi dengan keberadaannya berusaha berbicara untuk menjawab pertanyaan lain.

Usai pemecatannya, Gareth Bale berbicara dalam sesi jumpa pers berikutnya sebelum seorang penerjemah lain tiba di tengah acara itu, menyebabkan bintang Real Madrid menyindir, “Kamu agak terlambat”.

Ini merupakan insiden kedua translator UEFA dipecat gara-gara pengetahuan gilabola mereka yang minim. Kroasia memecat penerjemah mereka sebelum laga lawan Wales di Cardiff bulan lalu karena terjemahan dari bahasa Kroasia ke Inggris dianggap tidak cukup baik.

Dalam jumpa pers beberapa jam lalu tersebut, Gareth Bale mengambil risiko memicu kemarahan para penggemar Real Madrid dengan mengakui bahwa ia lebih suka bermain untuk Wales daripada Los Blancos.

Superstar dengan rambut kuncir kuda itu mengatakan kepada wartawan: “Saya jelas lebih bersemangat bermain untuk Wales. Saya sudah bersama-sama dengan sebagian besar pemain yang lebih tua sejak kami berusia di bawah 17 tahun. Ini seperti main bola dengan teman sepermainan Anda di taman pada hari Minggu. Itu normal.”

“Dengan Wales, saya berbicara dalam bahasa saya sendiri dan merasa lebih nyaman. Tapi itu tidak mengubah apa yang saya lakukan di lapangan. Saya selalu memberi 100 persen di lapangan di mana pun saya berada, itulah yang selalu saya usahakan.”

Kroasia kini memuncaki Grup E dengan 14 poin, disusul oleh Hungaria 12, Slovakia 10 dan Wales delapan poin, dan Azerbaijan duduk di dasar klasemen dengan satu poin saja. Peluang Wales untuk lolos sangat tipis karena Slovakia berhadapan dengan tim terlemah klasemen Grup E pada pertandingan penutupan grup. (AR)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close