Lintas Daerah

Tak Disangka, Foto Prewed Berlatar Merapi Meletus Viral di Medsos

BOYOLALI, SENAYANPOST.com – Musibah Gunung Merapi meletus, teryata membawa berkah bagi Jony Listyawan (29) dan calon istrinya Fitriana Damayanti (21). Foto pre weddingnya (prewed) yang secara kebetulan bersamaan dengan letusan gunung itu dan berlatar belakang letusan, menjadi viral di media sosial (medsos).

Foto pre-wedding yang diunggah ke akun Facebook-nya pada Jumat (1/6/2018) pukul 08.55 WIB, mendapat tanggapan beragam dari para warganet. Bahkan, foto prewed-nya yang diberi caption “sungguh prewed yang tak terduga. Ngepasi pas ono beckground koyok ngunu, semoga seperti janji Merapi yang tak pernah ingkar” itu, telah dibagikan sebanyak 185 kali dan mendapat 193 komentar dari warganet.

Viralnya foto prewed warga Dukuh Kalikijing, Desa Cermo, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, karena berlatar Gunung Merapi yang tengah meletus (erupsi).

Dalam foto prewed itu, Jony mengenakan jas hitam dan Fitriana mengenakan gaun pernikahan warna pink. Rencananya, Jony dan Fitriana akan melangsungkan pernikahan pada 31 Agustus 2018.

Jony mengatakan, tak pernah menyangka akan mendapatkan momen langka, yaitu foto prewedding berlatar Gunung Merapi yang sedang meletus.

Karena dari awal dia dan calon istrinya memilih 1 Juni 2018 dengan konsep outdoor untuk foto prewed. Awalnya, Jony bersama calon istrinya berangkat dari rumahnya Desa Cermo ke lokasi prewed Desa Paras, Cepogo, yang berjarak sekitar 20 kilometer pukul 04.30 WIB. Jony dan calon istrinya tidak langsung menuju lokasi tempat prewed.

“Hari H kita berangkat ke lokasi pemotretan sehabis Subuh. Kita tidak langsung ke lokasi prewed, tapi ke rumah penata riasnya dulu dan tiba di sana sekitar pukul 05.30 WIB,” cerita Jony.
“Kemudian selesai menuju lokasi prewed bersama fotografernya sekitar pukul 07.30 WIB,” tambahnya.

Terdapat tiga lokasi pemotretan untuk foto yang dia jalani bersama calon istrinya. Saat pengambilan foto di lokasi pertama, Gunung Merapi masih kondisi normal. Kemudian pada pengambilan foto di lokasi yang kedua, dia diarahkan oleh fotografernya dengan latar Gunung Merapi.

“Pas posisi pemotretan di lokasi kedua untuk pengambilan foto pertama kali begitu saya pose di belakang itu nampak kepulan asap keluar dari Gunung Merapi. Tapi belum begitu besar dan tinggi asapnya,” ungkap dia.

Namun dia tidak sadar kalau Gunung Merapi saat itu sedang meletus. Dirinya baru sadar ketika sesi pengambilan foto yang kedua selesai melihat di belakang kepulan asap tebal yang keluar dari Gunung Merapi sudah membumbung tinggi.

“Pas nengok ke belakang, asapnya sudah membumbung tinggi. Waktu itu sempat takut juga. Perasaan saya dekat sama Gunung Merapi, jadi sempat ketakutan juga,” ungkap Jony.
Mendengar ada teriakan warga sekitar lokasi pemotreran, Jony dan calon istrinya lari ke jalan. Dia heran di saat Gunung Merapi meletus, warga justru menyaksikan dan tidak mempunyai rasa takut.

Bahkan, ada beberapa warga yang meminta dirinya untuk melanjutkan prosesi foto prewedding tersebut. “Ada warga yang minta untuk melanjutkan dan fotografer juga setuju akhirnya kita lanjutkan untuk foto prewedding-nya,” beber Jony.

Menurut Jony, latar Gunung Merapi meletus dalam foto prewednya tersebut bukan merupakan unsur kesengajaan. Dia juga tidak menyangka jika Gunung Merapi tersebut akan meletus.

“Tentu ini (latar Gunung Merapi meletus) dalam foto prewed sesuatu yang membahagiakan saya dan calon istri saya juga,” ucap putra pertama dari pasangan Parjuno (64) dan Listutik (50).
“Enggak menyangka kalau akan dapat momen itu. Karena waktu foto prewed kita unggah ke akun Facebook enggak mengira bakal seviral ini,” imbuhnya.

Pro-kontra dari foto prewed yang dia unggah ke akun medsosnya, bagi Jony, merupakan sesuatu hal wajar jika banyak warganet menafsirkan yang bermacam-macam. Karena, Gunung Merapi meletus dan menjadi latar foto prewedding-nya bukan merupakan unsur kesengajaan.

“Di akun saya juga sudah saya tuliskan kalau foto prewed berlatar Gunung Merapi meletus bukan unsur kesengajaan,” tutupnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close