Opini

Tadlīs

Oleh: Prof. Dr. Machasin

DI dalam ilmu muṣṭalaḥ hadis terdapat istilah tadlīs yang merupakan cacat seorang sumber riwayat sehingga hadis dari orang yang mempunyai sifat ini tidak dapat diterima.

Seorang mudallis atau pelaku takdlīs didefinisikan dengan:
فالمدلس: هو من يحدث عمن سمع منه ما لم يسمع منه بصيغة توهم أنه سمعه منه.
[Pelaku tadlīs adalah orang yang meriwayatkan, dari seorang yang ia dengar hadisnya, sesuatu yang tidak ia dengar darinya dengan cara sedemikian rupa seolah-olah ia mendengar “sesuatu itu” dari orang itu.]

Riwayat seolah-olah ini tidak mudah ditengarai karena kewibawaan sumber dan hanya orang-orang yang teliti serta waspada dapat mengenalinya.

Kita sering mendapat kiriman pesan WA sejenis ini: seolah-olah seseorang melakukan atau mengatakan sesuatu. Misalnya, bahwa si A mengatakan di depan khalayak atau di depan wartawan bahwa agama adalah musuh terbesar Pancasila. Gambar dan laporan pandangan mata bisa saja mempengaruhi penerima pesan akan kebenaran berita itu, yang kalau dicek dengan A, tidak ada kecocokan sama sekali.

Sejak kemarin beredar video singkat pengantar delivery mengetuk pintu dengan mengatakan. “Salam Pansacila”. Juga gambaran mengenai seorang tamu mengetuk pintu dan mengucapkan salam yang sama. Demikian juga gambar seorang tokoh yang berada pada posisi tahiyat akhir seraya mengucapkan, “Salam Pancasila”

Ini semua sebenarnya wujud masa kini dari tadlīs, berita seolah-olah, yang dipakai untuk membunuh karakter seseorang.

Akankah kita biarkan?
Tidak. Harus kita lawan pembodohan ini.

*Prof. Dr.Machasin, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close