Syarat Pemberian Remisi dan Pembebasan Bersyarat

11:45
178
Saya sering membaca berita tentang narapidana (Napi) yang mendapatkan remisi (pengurangan masa hukuman) karena telah berkelakuan baik. Di lain waktu, ada juga Napi yang menerima pembebasan bersyarat.

Tim Konsultasi Hukum senayanpost.com yang saya hormati,

Saya sering membaca berita tentang narapidana (Napi) yang mendapatkan remisi (pengurangan masa hukuman) karena telah berkelakuan baik. Di lain waktu, ada juga Napi yang menerima pembebasan bersyarat.

Yang ingin saya tanyakan, aspek apa yang dilihat atau syarat yang harus dipenuhi bagi seorang terpidana agar mendapatkan pengurangan masa   hukuman dan pembebasan bersyarat?

Fabian, Solo

JAWABAN

Terima kasih atas pertanyaan Saudara Fabian

Untuk menjawab pertanyaan ini, yang pertama akan kami jelaskan mengenai syarat pemberian remisi sebagai berikut:

  1. Pemberian Remisi

Berdasarkan  Pasal  1 angka 6  Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun  1999 tentangSyarat   dan   Tata   Cara   Pelaksanaan   Hak   Warga   Binaan   Pemasyarakatan  (PP 32/1999”,  remisi  adalah   pengurangan   masa   menjalani   pidana   yang   diberikan kepada narapidana dan Anak Pidana yang memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

Remisi adalah hak setiap narapidana sebagaimana di tegaskan dalam pasal 34 ayat (1): “setiap   narapidana   dan   anak   pidana   berhak   mendapatkan   remisi”.  Akan   tetapi, walaupun Remisi hak para narapidana tidak serta merta harus diberikan karena harus dipenuhi terlebih dahulu syarat yang lain yang dimuat dalam ayat (2) dan ayat (3) ; berkelakuan baik dan telah menjalani masa pidana lebih dari 6 (enam) bulan dan juga tidak sedang menjalani hukuman disiplin dalam kurun  waktu 8 (enam) bulan terakhir,  terhitung   sebelum   tanggal   pemberian   remisi,   telah   mengikuti   program pembinaan yang diselenggarakan oleh LAPAS dengan baik.

Pemberian Remisi sebagaimana kami uraikan di atas hanya berlaku untuk tindak pidana umum sedangkan untuk tindak pidana terorisme, narkotika dan prekursor narkotika, psikotropika, korupsi, kejahatan terhadap  keamanan negara, kejahatan hak asasi manusia yang berat  ditambahkan syarat sebagai berikut:

  1. bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk membantu membongkar perkara tindak pidana yang dilakukannya;
  2. telah membayar lunas denda dan uang pengganti sesuai dengan putusan pengadilan untuk narapidana yang dipidana karena melakukan tindak pidanakorupsi; dan
  3. telah mengikuti program deradikalisasi yang diselenggarakan oleh LAPAS dan/atau Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, serta
  4. menyatakan ikrar kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia secaratertulis bagi Narapidana Warga Negara Indonesia, atau
  5. tidak akan mengulangi perbuatan tindak pidana terorisme secara tertulis bagi narapidana Warga Negara Asing, yang dipidana karena melakukan tindak pidana terorisme.”
  6. Pembebasan Bersyarat

Pembebasan   bersyarat   hanya   diberikan   kepada   narapidana   yang   telah   memenuhi syarat-syarat yang ditentukan undang-undang, andaikan syarat tidak dipenuhi maka narapidana akan menjalanan sesuai putusan pengadilan, di samping itu syarat utama adalah narapidana harus telah   menjalani   pidana,   hal   ini   dapat di lihat  dalam Penjelasan Pasal   12   huruf  k  Undang-Undang No. 12 Tahun  1995   tentangPemasyarakatan  (“UU  Pemasyarakatan”),  Pembebasan   bersyarat  adalah bebasnya narapidana setelah menjalani   sekurang-kurangnya dua pertiga masa   pidananyadengan ketentuan dua   pertiga   tersebut tidak kurang dari   9   (sembilan) bulan. Sepanjang  ia  memenuhi persyaratan-persyaratan  tersebut,  maka setiap  narapidana dapat memperoleh pembebasan bersyarat.

Comments

comments