Lintas Daerah

Susun Buku Keraton dan Kesultanan di Indonesia, Peneliti AS Temui KGPAA Paku Alam X

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Peneliti sekaligus sejarahwan asal Amerika Serikat, Randall Rutledge, Selasa (3/4/2018) bertemu Adipati Pakualaman, Kangjeng Gusti Pangeran Adipati Ario (KGPAA) Paku Alam X di Gedhong Pare Anom, Kepatihan, Kota Yogyakarta.

Kunjungan Randall Rutledge ini sebagai bentuk kerjasama dengan Forum Silaturahmi Keraton Nusantara (FSKN) untuk menuliskan sebuah buku berupa informasi dan dokumentasi kesultanan kerajaan seluruh Indonesia.

Dalam kunjungannya di Yogyakarta ini Randall juga berencana akan bertemu dengan Raja Kesultanan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

“Masih menunggu jadwal Sri Sultan,” kata Randall.

Randall Rutledge berencana menyusun buku tentang keraton dan kesultanan di Indonesia yang rencananya akan diserahkan sebagai hadiah ulang tahun Forum Silaturahmi Keraton Nusantara pada November mendatang.

KGPAA Paku Alam X yang juga Wakil Gubernur DIY juga mengucapkan terima kasih kepada Randall Rutledge.

Wagub DIY berharap, buku dokumentasi tersebut menjadi salah satu catatan sejarah dan bisa dipergunakan oleh masyarakat maupun akademisi sebagai bahan referensi.

Mengenai sejarah, KGPAA Paku Alam X lebih lanjut menyampaikan, kesulitan di era sekarang ini adalah menjadikan kebudayaan bisa lebih dipahami oleh generasi muda.

“Saya kira, ini tidak hanya terjadi di Indonesia, namun sudah meng-global. Tapi, mudah-mudahan, usaha ini bisa menjadi salah satu bagian dari upaya untuk melestarikan sisa-sisa kebudayaan yang hendaknya terus kita jaga,” ucap Wakil Gubernur DIY.

Di akhir audiensi, Ranall Rutledge mengeluarkan sebuah foto KGPAA Paku Alam X yang sedang mengenakan pakaian surjan.

Kesempatan ini disampaikan Ranall Rutledge, ingin mengetahui lebih dalam mengenai pakaian surjan tersebut.

“Di dalam surjan ini, terdapat 6 kancing yang menggambarkan rukun Iman, setelahnya masih ada 5 kancing yang bermakna rukun Islam, disini ada 2 kancing kalimat Syahadat, lalu di dalam ini 3 kancing bermakna tiga sifat manusia yang harus disembunyikan, dan bagian depan bawah runcing yang berarti kita harus tunduk ke bawah (rendah hati),” jelas Kangjeng Gusti. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close