Survei Ungkap Masyarakat Enggan Beli Mobil hingga 2021

Survei Ungkap Masyarakat Enggan Beli Mobil hingga 2021
Ilustrasi pameran mobil

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Survei yang dilakukan MarkPlus menunjukkan sebagian masyarakat memilih menunda pembelian mobil hingga pertengahan 2021. Alasan terbesar penundaan itu karena menyiapkan dana untuk kebutuhan darurat semasa pandemi Covid-19.

MarkPlus melakukan survei cepat pada 68 responden di seluruh Indonesia yang sudah pernah membeli kendaraan. Sebanyak 63 persen responden tinggal di Jabodetabek.

Sebanyak 44 persen responden mengatakan menunda pembelian kendaraan hingga kuartal dua (April - Juni) 2021. Sedangkan 29 persennya pada kuartal satu (Januari - Maret) 2021, dan 19 persen berencana membeli kendaraan pada kuartal empat (Oktober - Desember) 2020.

Selain karena mempersiapkan dana darurat, alasan kuat penundaan kendaraan yakni pendapatan terganggu pandemi dan merasa pembelian tidak terlalu mendesak karena mobilitas dibatasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Walaupun begitu pelanggan yang menunda pembeliannya ini mereka secara aktif mencari informasi, 70 persen dari mereka tetap rutin melakukan pencarian di internet dan juga mencari informasi dari sales maupun teman-teman mereka," kata James dalam diskusi virtual, Selasa (22/9).

James juga menjelaskan responden berharap administrasi seperti transaksi bisa dilakukan secara online. Menurut James lagi saat ini 63 persen responden tetap melakukan servis rutin di bengkel resmi, bahkan jumlahnya meningkat jika dibandingkan pada masa awal PSBB diterapkan.

"Pelanggan diyakini tidak mau mengambil risiko terjadi kekurangan maupun kerusakan jika melakukan cek berkala di luar bengkel resmi. Pembelian spare part dalam kategori fast moving seperti oli, baterai, kampas rem dan ban juga masih banyak dilakukan melalui dealer dibandingkan secara online," ucap James.