Survei: Prabowo - Ganjar Jadi Duet Terkuat dalam Pilpres 2024

Survei: Prabowo - Ganjar Jadi Duet Terkuat dalam Pilpres 2024
Prabowo dan Ganjar

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Nama Prabowo Subianto masih menjadi yang sosok yang diharapkan masyarakat untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

Berdasarkan survei yang dilakukan lembaga Populi Center elektabilitas Prabowo dalam survei mencapai 18,3 persen. Peringkat di bawah Ketua Umum Partai Gerindra itu secara berurut yaitu Ganjar Pranowo (9,9 persen), Anies Baswedan (9,5 persen), Ustaz Abdul Somad (6,2 persen), Ridwan Kamil (5,8 persen).

Menurut pendapat analis politik dan ekonomi Rustam Ibrahim, jika Prabowo maju lagi menjadi calon presiden, maka yang paling prospektif memenangkan pilpres 2024 adalah pasangan Prabowo dan Ganjar Pranowo.

Dengan catatan, kata Rustam, mereka harus memberi konsesi yang besar kepada Nahdlatul Ulama dan perwakilan Islam moderat lainnya. Dalam survei itu, sederet tokoh juga punya peluang, tetapi elektabilitas mereka di bawah lima persen, terdiri dari Sandiaga Salahudin Uno (4,8 persen), Tri Risma Harini (4,2 persen), Agus Harimurti Yudhoyono (3,8 persen), Gatot Nurmantyo (2,4 persen), dan Khofifah Indar Parawansa (2,2 persen).

Prabowo yang telah dua kali dikalahkan Joko Widodo di pemilu, dalam sejumlah survei terhadap elektabilitas, menempati peringkat atas.

Survei yang dilakukan oleh lembaga Center for Political Communication Studies yang dirilis 11 Maret 2020 lalu, menyebutkan Prabowo berpeluang kembali maju pada pemilu 2024 karena memiliki elektabilitas tertinggi, yakni 22,7 persen.

Sementara, Anies Baswedan membayangi (13,8 persen), disusul cawapresnya Prabowo pada pemilu 2019 Sandiaga Uno (12,1 persen).

Dalam focus group discussion yang digelar sebelumnya untuk menjaring aspirasi pemilih milenial, dipasangkan sejumlah nama yang berpeluang untuk dimajukan dalam pilpres 2024.

Dari hasil survei kepada masyarakat, pasangan Prabowo-Puan unggul dengan elektabilitas 32,1 persen, tetapi ditempel ketat oleh Anies-Sandi (29,8 persen) atau hanya terpaut sekira 2 persen.

Paket Prabowo-Puan diperkirakan menjadi kandidat kuat yang bakal diusung koalisi PDIP-Gerindra.

Meskipun demikian, langkah tersebut juga mendapat tantangan dengan menguatnya elektabilitas baik Anies maupun Sandi. Jika dipasangkan, kekuatan Anies-Sandi mampu mengganjal elektabilitas Prabowo-Puan.

Selanjutnya, elektabilitas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (8,5 persen), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (5,8 persen), Menteri BUMN Erick Thohir (4,1 persen), Ketua DPR Puan Maharani (3,6 persen), Walikota Surabaya Tri Rismaharini (2,9 persen), dan Menkopolhukam Mahfud MD (1,6 persen).

Lalu ada mantan calon gubernur DKI dan komandan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (1,4 persen), Menko Perekonomian sekaligus ketua umum Golkar Airlangga Hartarto (1,2 persen), dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (1,1 persen). Selebihnya nama-nama yang ada meraih elektabilitas di bawah 1 persen.

Namun Erick Thohir bila dipasangkan dengan AHY hanya 10,3 persen, Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil (7,3 persen), dan terakhir Airlangga Hartarto-Khofifah (3,7 persen).

"Selain Prabowo, di antara menteri Jokowi yang paling bersinar adalah Erick Thohir, terlihat dari tingginya elektabilitas capres maupun ketika dipasangkan," tutur Okta.

Survei CPCS dilakukan pada 20-29 Februari 2020, dengan jumlah responden 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia.