Internasional

Survei Perkirakan Najib Menangi Pemilu Malaysia

KUALA LUMPUR, SENAYANPOST.com – Pertarungan antara koalisi Barisan Nasional (BN) yang dipimpin Perdana Menteri Najib dan oposisi Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir Mohamad berlangsung sengit pada pemilu Malaysia kali ini.

Mahathir yang kini berusia 92 tahun, kembali mencalonkan diri jadi anggota parlemen dan bekerja sama dengan mantan rivalnya, Anwar Ibrahim, demi melengserkan Najib.

Namun begitu, survei terbaru menunjukkan koalisi BN akan kehilangan lebih banyak suara populer dibanding pemilu 2013. Namun koalisi BN diprediksi masih akan tetap berkuasa karena mendominasi perolehan kursi parlemen.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (9/5/2018), survei terbaru dari lembaga survei independen Merdeka Center pada Selasa (8/5) atau sehari sebelum pemilu menunjukkan koalisi BN hanya akan meraup 37,3 persen suara populer di wilayah Semenanjung Malaysia. Jumlah ini menurun dari angka 40,3 persen yang diprediksi survei pekan lalu.

Wilayah Semenanjung Malaysia mewakili tiga perempat kursi parlemen yang diperebutkan. Total ada 222 kursi Dewan Rakyat dan 505 kursi dewan daerah yang diperebutkan oleh 2.333 kandidat dalam pemilu ke-14 di Malaysia ini.

Survei ini tidak mencakup wilayah Borneo yang terdiri atas Sabah dan Sarawak. Wilayah itu sejak lama diketahui pro-koalisi BN, meskipun terdapat tanda-tanda pergeseran dukungan dari pemerintah di Sabah.

Survei dari Merdeka Center juga menyebut koalisi oposisi pimpinan Mahathir akan meraup 43,4 persen suara. Jumlah ini menurun sedikit dari angka survei pekan lalu, yang mencapai 43,7 persen suara.

Sedangkan untuk koalisi ketiga bernama Gagasan Sejahtera yang didominasi Parti Islam se-Malaysia (PAS), survei menunjukkan koalisi ini mengalami peningkatan 3,3 persen ke angka 19,3 persen suara.

Meski kalah dalam perolehan suara populer dari oposisi, koalisi BN diprediksi akan memenangkan 100 dari total 222 kursi Dewan Rakyat. Sedangkan koalisi oposisi pimpinan Mahathir diprediksi meraup 83 kursi. Hasil perolehan untuk 37 daerah pemilihan (dapil) lainnya dinyatakan terlalu tipis untuk diprediksi.

Dibutuhkan sedikitnya 112 kursi Dewan Rakyat untuk bisa memenangkan pemilu dan membentuk pemerintahan. Koalisi BN dalam pemilu 2013 lalu memenangkan 133 kursi Dewan Rakyat, meski kalah dalam perolehan suara populer dari oposisi.

Dalam pernyataannya, Merdeka Center menyebut pemilu kali ini sebagai ‘pemilu yang paling ketat sepanjang sejarah politik negara ini’.

“Tingginya angka kursi dengan batas tipis (37 kursi), mengisyaratkan bahwa jumlah pemilih akan menjadi faktor kritis dalam menentukan hasil perolehan banyak kursi pada hari pemilihan,” sebut Merdeka Center dalam pernyataannya. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close