Pendidikan

Survei Pendidikan Dunia Ungkap Indonesia Berada di 10 Terbawah dari 79 Negara

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Indonesia berada di sepuluh negara terbawah dalam survei pendidikan dunia 2018, Programme for International Student Assessment (PISA) yang diinisiasi oleh Organisasi Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) atau negara-negara dengan ekonomi terbaik.

PISA adalah parameter untuk mengevaluasi sistem pendidikan dari 79 negara di seluruh dunia. Setiap tiga tahun, siswa berusia 15 tahun dipilih secara acak, untuk mengikuti tes dari tiga kompetensi dasar yaitu membaca, matematika dan sains. PISA mengukur apa yang diketahui siswa dan apa yang dapat dia lakukan (aplikasi) dengan pengetahuannya.

Dikutip dari laman oecd.org, untuk kategori membaca, Indonesia berada di peringkat 74 dengan skor 371. Sementara untuk kategori matematika, Indonesia ada di urutan 73 dengan skor 379. Dalam hal sains Indonesia berada di peringkat 71 dengan skor 396. Jika dibanding dua survei sebelumnya memang angka skor yang diperoleh Indonesia mengalami peningkatan.

Data sebelumnya capaian membaca siswa Indonesia juga meningkat dari 337 poin di tahun 2012 menjadi 350 poin di tahun 2015. Nilai matematika melonjak 17 poin dari 318 poin di tahun 2012, menjadi 335 poin di tahun 2015. Capaian sains mengalami kenaikan dari 327 poin di tahun 2012 menjadi 359 poin di tahun 2015.

China Peringkat Teratas

Sementara remaja China tercatat menjadi siswa yang berada di peringkat pertama dalam survei pendidikan dunia ini. Siswa 15 tahun di Beijing, Shanghai, dan provinsi Jiangsu dan Zhejiang menempati peringkat teratas untuk tiga kategori yang disurvei yaitu berada di level 4 yang tertinggi.

“Kualitas sekolah di China hari ini akan menjadi penopang bagi ekonomi mereka di masa depan,” ujar Angel Gurria, sekjen OECD dalam laporan survei ini.

Singapura yang menempati peringkat teratas pada 2015 kini menduduki urutan kedua meski jika dibandingkan dengan empat wilayah China tadi tidak terlalu jauh perbedaan skornya.

Siswa dari Amerika Serikat menempati level 3 dalam hal membaca dan sains serta level 2 untuk matematika. Remaja dari Inggris berada di level 3 untuk ketiga kategori itu.

Secara rata-rata negara OECD memperlihatkan peningkatan,terutama Albania, Republik Moldova, Peru dan Qatar. Sementara Brasil, Indonesia, Meksiko, dan Uruguay, juga memperlihatkan peningkatan siswa yang bersekolah di tingkat menengah.

Ini berarti kualitas pendidikan tidak harus dikorbankan demi meningkatkan akses pendidikan. Sebanyak 600.000 siswa di 79 negara dan wilayah mengikuti tes PISA selama dua jam tahun lalu.

Penulis laporan ini menekankan, tujuan dari survei ini bukanlah untuk membandingkan satu negara dengan negara lain dalam kompetisi tapi lebih untuk memberikan informasi penting bagi para pendidik dan pengambil kebijakan demi mencermati kekuatan dan kelemahan sistem pendidikan mereka.

“Ketika melihat peringkat suatu negara dari segi ekonomi dan sistem pendidikan dalam PISA, penting untuk mempertimbangkan konteks sosial dan ekonomi tempat pendidikan itu berlangsung,” kata laporan OECD.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close