BisnisEkonomiFeaturesPajakPeluang Usaha

Survei Nielsen: Pemda, Parpol, Rokok Pengiklan Terbesar Semester I 2016

JAKARTA (SenayanPost.Com) – Pertumbuhan belanja iklan tahun 2016 memperlihatkan pergerakan yang positif dengan nilai pertumbuhan sebesar 18 persen menjadi Rp 67,7 triliun di semester pertama 2016. Demikian menurut hasil temuan Nielsen Advertising Information Services yang dirilis (19/8/2016) oleh Nielsen Indonesia.

Survei yang diselenggarakan oleh Nielsen menunjukkan sepanjang Januari-Juni 2016, sepuluh kategori produk dengan belanja iklan tertinggi juga meraih pertumbuhan yang positif. Pada urutan pertama Pemerintahan, organisasi politik dan produk rokok merupakan yang paling besar mengeluarkan belanja iklan.

“Kategori Pemerintahan dan Organisasi Politik masih menjadi pengiklan terbesar dengan nilai belanja iklan Rp 3,8 triliun dan tumbuh 40 persen, disusul oleh Rokok Kretek dengan total belanja iklan Rp 3,5 triliun dan pertumbuhan sebesar 53%,” kata Hellen Katherina, Executive Director, Head of Media Business, Nielsen Indonesia.

“Belanja iklan di semester pertama tahun ini menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan belanja iklan di media televisi, sementara itu pertumbuhan belanja iklan di media cetak juga terlihat cukup stabil,” lanjut Hellen.

“Ini merupakan indikasi yang baik, di mana terlihat para pengiklan perlahan-lahan mulai bergairah kembali. Bila stabilitas ekonomi meningkat, bisa jadi tren pertumbuhan belanja iklan di semester kedua juga akan mengalami peningkatan.”

Kontributor utama untuk pertumbuhan belanja iklan masih dari media TV sebesar Rp 51,9 triliun, meningkat 26 persen dari periode yang sama di tahun 2015 lalu.

Sementara itu, belanja iklan (kotor/tidak mencakup diskon, promo, dll) di media cetak relatif datar. Belanja iklan di koran sebesar Rp 15 triliun di semester pertama tahun ini, turun dari Rp 15,2 triliun di periode yang sama tahun lalu. Majalah juga mengalami penurunan dari Rp 900 miliar ke Rp 800 miliar.

Temuan Nielsen menunjukkan, pengiklan terbesar ketiga adalah Perangkat dan Layanan Komunikasi dengan total belanja iklan sebesar Rp2,5 Triliun dan mengalami pertumbuhan 27% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Kategori Perawatan Rambut menghabiskan belanja iklan sebesar Rp2,5 Triliun dengan pertumbuhan 20%.

Kopi dan Teh tumbuh 24% menjadi Rp2,3 Triliun dan Perawatan Wajah tumbuh 31% menjadi Rp2,2 Triliun. Kategori Layanan Online berada di urutan ke tujuh menunjukkan pertumbuhan yang sangat tinggi yaitu sebesar 66% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2015 dengan nilai belanja iklan menjadi Rp2,2 Triliun. Sedangkan biskuit dan makanan ringan dengan total nilai belanja Rp 1,9 triliun dibandingkan tahun lalu nilai pertumbuhan sebesar 35%.

Sementara itu merek-merek dengan belanja iklan tertinggi sepanjang Januari-Juni 2016 adalah Dunhilll (rokok kretek) dengan nilai belanja iklan mencapai Rp 488,9 Miliar, disusul oleh Indomie dengan total belanja iklan sebesar Rp 451 Miliar.

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close