Politik

Survei Indikator: AHY Pimpin Bursa Cawapres Jokowi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Komandan Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menempati peringkat teratas bursa calon wakil presiden (cawapres) bagi Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019. Elektabilitas AHY tertinggi dalam survei Indikator Politik Indonesia.

Dari 19 nama, elektabilitas AHY sebagai pendamping Jokowi mencapai 16,3 persen. Dia unggul dari nama-nama tenar seperti Gubenur DKI Jakarta Anies Baswedan (13 persen), mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo (7 persen), bahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani (6,1 persen).

AHY masih unggul jika kandidat cawapres dikerucutkan menjadi 11 nama. AHY mendapatkan dukungan 22,4 persen responden. Dia disusul Sri Mulyani dengan keterpilihan 10,5 persen.

“Sebab tingginya elektabilitas AHY belum diketahui pasti. Mungkin dikarenakan akhir-akhir ini AHY rajin turun ke lapangan,” kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (3/5/2018).

Menurut dia, saat ini, AHY dan Anies Baswedan paling diunggulkan menjadi cawapres. Namun, belum bisa dipastikan keduanya bersanding dengan siapa.

“AHY kemungkinan lebih sedikit diunggulkan ketimbang Anies. Tapi, selisihnya secara statistik tidak signifikan,” jelas Burhan.

Di sisi lain, Anies kecil kemungkinan bisa bersanding dengan Jokowi. Dari hasil survei, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu lebih diunggulkan ketika disandingkan dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Paling tidak ini ditunjukkan oleh temuan di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah,” jelas Burhan.

Sementara itu, survei ini dilakukan pada Maret 2018 dengan melibatkan 1.200 responden. Para responden adalah warga yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah.

Responden dipilih secara acak menggunakan metode multistage random sampling. Jajak pendapat dilakukan dengan metode tatap muka dengan margin of error sebesar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

 

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close