Internasional

Supremasi Kulit Putih Jadi Alasan Teroris Serang Masjid di Selandia Baru

CHRISTCHURCH, SENAYANPOST.com – Pelaku penembakan terhadap jamaah shalat Jumat di Masjid Al-Noor, Selandia Baru mengidentifikasi dirinya bernama Brenton Tarrant (28), kelahiran Australia. Dia mengatakan serangan itu untuk memerangi “penjajah di tanah orang kulit putih”.

Dia mengunggah manifesto online yang membahas alasan di balik serangan itu. Dalam manifesto 73 halaman itu, dia menggambarkan dirinya sebagai orang kulit putih biasa.

Pria yang mengaku berusia 28 tahun itu mencatat bahwa dia dilahirkan dari kelas pekerja dan keluarga berpenghasilan rendah.

Teroris itu mengatakan dia melakukan serangan untuk secara langsung mengurangi tingkat imigrasi ke tanah tanah Eropa.

“(Serangan dilakukan untuk) menunjukkan kepada penjajah bahwa tanah kita tidak akan pernah menjadi tanah mereka, tanah air kita adalah milik kita sendiri dan bahwa, selama orang kulit putih masih hidup, mereka tidak akan pernah menaklukkan tanah kita,” ujarnya.

Tarrant mengungkapkan dia telah merencanakan serangan hingga dua tahun. Namun dipilihnya Christchurch sebagai lokasi penyerangan baru diputuskan tiga bulan lalu.

Dia mengatakan Selandia Baru bukan pilihan asli untuk menyerang. Tetapi Selandia Baru merupakan sasaran kaya lingkungan seperti di tempat lain di Barat.

“Sebuah serangan di Selandia Baru akan memusatkan perhatian pada kebenaran serangan terhadap peradaban kita, bahwa tidak ada tempat di dunia ini aman, para penyerbu berada di semua tanah kita, bahkan di daerah-daerah terpencil di dunia,” katanya.

Dia juga mengklaim bahwa aksinya adalah untuk mewakili jutaan orang Eropa dan bangsa-bangsa etno-nasionalis lainnya.

“Kita harus memastikan keberadaan rakyat kita, dan masa depan untuk anak-anak kulit putih,” ucapnya.

Teroris itu pun menggambarkan serangan itu sebagai tindakan balas dendam pada penjajah atas ratusan ribu kematian yang disebabkan oleh penjajah asing di tanah Eropa sepanjang sejarah.

“Untuk perbudakan jutaan orang Eropa yang diambil dari tanah mereka oleh budak Islam (dan) untuk ribuan nyawa Eropa yang hilang karena serangan teror di seluruh tanah Eropa,” tulisnya seperti dimuat media Australia News.com.au. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close