Ekonomi

Sumsel Pasok 47,4 Persen Kebutuhan Ikan Patin Nasional

SUMSEL, SENAYANPOST.com – Untuk kebutuhan nasional, produksi perikanan budi daya ikan patin di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memasok hingga 47,4 persen per tahun.

“Produksi ikan patin asal Sumatera Selatan dapat mencapai di atas 250.000 ton per tahun,” ujar Direktur Pakan dan Obat Ikan, Direktorat Jenderal Perikanan Budi daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Mimid Abdul Hamid, di Banyuasin, Sumsel, Jumat (18/19/2019).

Ia mengatakan, sejak 2015 melihat data produksi ikan patin Sumatera Selatan selalu di atas 200.000 ton per tahunnya. Ini tak lepas dari luasnya perairan umum daratan dan areal perikanan budi daya.

Selain itu, kata dia, untuk mendukung budi daya ikan patin, KKP mendorong pembudidaya ikan untuk membuat pakan secara mandiri atau tidak bergantung pada pakan pabrikan.

Menurutnya, usaha budi daya ikan sangat dipengaruhi oleh biaya pakan yang mendominasi hingga 80 persen dari total biaya produksi. “Banyak pembudidaya yang berhenti karena terkendala biaya pakan. Dengan pakan mandiri ini bisa menjaga keberlanjutan usahanya,” katanya.

Sementara itu, Asisten I Setda Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Kosarudin mengatakan, Banyuasin merupakan salah satu sentra penghasil ikan patin di Provinsi Sumatera Selatan.

“Kami punya tiga lokasi yang potensial untuk budi daya perikanan, yakni di Kecamatan Talang Kelapa, Kecamatan Rambutan dan Mariana, serta Kecamatan Banyuasin II,” ujarnya.

Ia menyebut, peluang untuk usaha budi daya perikanan masih terbuka lebar, mengingat potensi lahan untuk budi daya mencapai 244.000 hektare, namun yang baru dikembangkan masyarakat sekitar 13 persen.

Produksi ikan patin Kabupaten Banyuasin bisa mencapai 15-20 per hari. Produksi ikan patin itu untuk memasok kebutuhan daerah sekitar, seperti Lubuk Linggau, Palembang, dan Prabumulih.

“Kami ada lahan seluas 100 hektare di Desa Merah Mata yang siap dijadikan kawasan budi daya perikanan. Kami harap bantuan dari pemerintah pusat untuk mengoptimalkannya, setidaknya 50 hektare dulu,” harapnya. (WS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close