EkonomiInternasional

Suku Bunga The Fed Dipangkas, Rupiah Menguat

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Bank Sentral Amerika Serikat Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar seperempat poin atau 25 basis poin. Ini merupakan langkah pemangkasan yang kedua kalinya sejak Juli.

Pelonggaran kebijakan kembali dilakukan karena kekhawatiran tentang potensi perlambatan global kian meningkat. Fed juga diperkirakan akan kembali melakukan pemotongan suku bunga tahun ini jika ekonomi melemah lebih lanjut.

Asumsi ini muncul setelah Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan bahwa pembuat kebijakan itu akan melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencegah resesi terjadi.

“Kami mengambil langkah ini untuk menjaga ekonomi tetap kuat,” kata Powell saat konferensi pers dengan wartawan.

Tingkat suku bunga Fed (fed fund rate/FFR) kini ada di kisaran 1,75% hingga 2%. Suku bunga ini mengendalikan biaya hipotek, kartu kredit dan pinjaman lainnya.

Dalam sambutannya pada konferensi pers hari Rabu, Powell juga mengatakan The Fed memproyeksikan ekonomi tetap kuat dan inflasi tetap di sekitar target 2%.

Dia mengatakan satu atau dua langkah pemotongan kecil bisa saja terjadi di masa depan. Tapi The Fed juga mengisyaratkan tidak akan perlu ada pemotongan suku bunga lagi dalam beberapa bulan ke depan.

“Umumnya peserta Fed berpikir ini akan dicapai dengan penyesuaian sederhana pada fed fund rate,” kata Powell. “Jika ekonomi benar-benar turun, maka serangkaian pemotongan suku bunga yang lebih luas bisa tepat. Kami tidak melihat itu. Kami tidak memproyeksikan begitu.”

Powell juga menepis bahwa Fed mungkin menerapkan tingkat suku bunga negatif seperti yang diperintahkan Presiden Donald Trump baru-baru ini.

Seperti diketahui, Trump telah banyak mengkritik Fed, meminta bank sentral untuk memangkas suku bunga lebih dalam bahkan hingga menetapkan suku bunga negatif agar ekonomi AS kuat.

Akibat langkah pemotongan ini, indeks Dow Jones mencatatkan penurunan 150 poin. Ini terjadi karena investor mengharapkan Fed melakukan pemotongan yang lebih tajam daripada yang diputuskan.

Di tahun 2019 ini, Fed memiliki sisa dua pertemuan kebijakan lagi. Sebanyak 17 pejabat Fed sekarang ini memproyeksikan kemungkinan setidaknya akan ada satu kali lagi penurunan suku bunga, atau pemotongan ketiga kalinya untuk tahun ini.

Sementara lima pejabat memproyeksikan tidak akan ada lagi pemotongan suku bunga untuk sisa 2019, mengirim sinyal beragam ke mana tepatnya Fed akan melangkah selanjutnya.

Sementara itu, nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS (USD) diprediksi menguat pada perdagangan hari ini, Kamis (19/9/2019), didukung oleh pemangkasan suku bunga The Fed.

Dukungan bertambah jika Bank Indonesia dalam Rapat Dewan Gubernur hari ini memutuskan untuk melanjutkan siklus pelonggarannya dengan kembali memangkas suku bunga acuannya. (AR)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close