Lintas Daerah

Sukseskan Asian Games, Palembang Dilabui KRI Dewaruci

SUMSEL, SENAYANPOST.com – Setelah sehari sebelumnya bersandar di pelabuhan pertamina pada Rabu (15/8/2018) kemarin, Kapal Api legenda Indonesia KRI Dewaruci akhirnya berlabuh di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Kamis (17/8/2018) sekitar pukul 11.30 WIB.

KRI Dewaruci berangkat dari Surabaya ke Makassar untuk imut serta dalam pawai obor Asian Games atau ‘touch relay’, lalu berlayar menuju Jakarta dan berlabuh di Palembang.

Kapal dengan panjang 58,30 meter tersebut membawa pasukan generasi muda pramuka saka bahari, pemuda-pemudi pecinta bahari, pengurus PPAL, Moro Old Soldier Group purnawirawan TNI AL, dan Eks Komandan KRI.

Setibanya kapal api legenda ini di Palembang langsung disambut Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin dengan penyematan tanjak dan pengalungan kain songket kepada ketua Persatuan purnawirawan angkatan laut Laksdya TNI (Purn) Djoko Sumaryono dan komandan kapal Letkol Pelaut Waluyo.

“Kedatangan KRI Dewaruci membawa misi mengamankan dan mensukseskan perhelatan Asian Games 2018 di Palembang dan Jakarta. Nanti kapal ini akan dibuka untuk masyarakat umum agar mereka tahu dengan melegendanya kapal Dewaruci,” kata Laksdya TNI (Purn) Djoko Sumaryono saat penyambutan, di Palembang, Kamis (16/8/2018).

Menurutnya, KRI Dewaruci akan berada di Palembang sampai 19 Agustus, karena kapal yang dibuat tahun 1952 tersebut rencanya akan disertakan pada cabang olahraga layar Asian Games di Pantai Ancol Jakarta sebagai latar belakang arena lomba.

Sementara, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin Palembang mengaku senang karena KRI Dewaruci bisa berkabuh kembali di tanah Sriwijaya. “Saya sangat senang dan bangga kapal Dewaruci hadir kembali setelah lawatan terakhir tahun 1971, artinya kebih dari 40 tahun, dimana kapal ini juga sebagai tonggak sejarah pelayaran Indonesia,” kata Sultan Iskandar Muda saat penyambutan.

Ia mengatakan, KRI Dewaruci merupakan simbol kegagahan bangsa Indoensia sebagai negara maritim yang lebih besar wilayah perairannya dibanding daratan, kegagahan tersebut seharusnya diterukan oleh pemerintah dengan membuat kapal Induk.

“Kapal induk sangat diperlukan sebuah negara besar seperti Indonesia karena fungsinya yang sangat Vital menjaga kedaulatan wilayah NKRI,” ujarnya.

Ditempat yang sama, komandan kapal Letkol Pelaut Waluyo menjelaskan, ‘open ship’ atau pelayanan kapal terbuka untuk umum memang selalu dilakukan setiap kali kapal bersandar dimanapun.

“Setiap sandar kami pasti open ship, seperti di Papua kemarin kami buka dari jam 9 pagi sampai sore, atau misalnya ekspektasi kunjungan masyarakat tinggi bisa sampai jam 9 malam, nah di Palembang mungkin mulai besok kami buka,” ujar Letkol Pelaut Waluyo yang merupakan komandan kapal KRI Dewaruci ke 37.

Ia menambahkan, sifat kunjungan masyarakat gratis dan bebas melihat-lihat isi kapal dengan pengawalan personel kapal, bila masyarakat ingin bertanya maka pihaknya akan langsung menjawab, jadi pihaknya tidak menyediakan selebaran atau papan informasi khusus di Kapal. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close