Metropolitan

Sudah Ada 4 Pejabat DKI Mengundurkan Diri Selama Anies Memimpin

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, terus dirundung persoalan dalam memimpin Ibu Kota Indonesia. Anies dihadapkan berbagai permasalahan di DKI Jakarta, mulai dari persoalan penduduk, banjir hingga macet.

Dalam masa jabatannya selama dua tahun, satu persatu anak buah Anies mengundurkan diri. Kemarin, Subejo mundur dari jabatan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta.

Anies menanggapi mundurnya Subejo dari jabatan Kepala BPBD Jakarta. Menurut dia, mundurnya Subejo tidak mengganggu upaya penanganan banjir. Sebab, ada pelaksana tugas (Plt) yang akan gantikan Subejo.

“Sama sekali tidak (mengganggu penanganan banjir). Ada Plt, Pak Sabdo Kurnianto namanya,” kata Anies di Jakarta, Rabu, 26 Februari 2020.

Selain Subejo, ada sejumlah pejabat lainnya yang sudah lebih dulu mengundurkan diri. Siapa saja pejabat Pemerintah Provinsi Jakarta yang mengundurkan diri saat kepemimpinan Anies, berikut daftarnya:.

1. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Edy Junaedi

Sebelum Subejo, ada Edy Junaedi yang duluan mengajukan pengunduran diri dari jabatan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemerintah Provinsi Jakarta pada akhir Oktober 2019.

“Iya dia (Edy Junaedi) mengundurkan diri atas permintaan sendiri, semalam, 31 Oktober (2019),” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jakarta, Chaidir, pada Jumat, 1 November 2019.

Chaidir membantah mundurnya Edy terkait dengan heboh anggaran untuk influencer, yang nilainya mencapai Rp5 miliar, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2020. Menurut dia, Edy berkeinginan menjadi staf anjungan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

“Tidak ada kaitan (influencer) ke situ. Dia mau mengundurkan diri saja. Dia ingin jadi staf anjungan Taman Mini,” ujarnya.

2. Kepala Bappeda DKI DKI Jakarta, Sri Mahendra

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jakarta, Sri Mahendra menyusul Edy Junaedi mengundurkan diri dari jabatannya. Bahkan, Anies langsung mengumumkan mundurnya Sri Mahendra.

“Kepala Bappeda mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri Kepala Bappeda diserahkan hari ini. Kami berikan kesempatan kepada beliau untuk menyampaikan sendiri,” kata Anies pada Jumat, 1 November 2019.

Tentu, Anies menerima pengunduran diri Mahendra. Apalagi, Mahendra memberikan kesempatan kepada yang lain untuk memikirkan organisasi di atas kepentingan pribadi.

“Ini adalah sebuah sikap yang perlu dihormati, perlu dihargai ketika (Mahendra) memilih untuk memberikan kesempatan kepada yang lain, ketika memikirkan organisasi di atas kepentingan dirinya,” ujarnya.

Sementara, Mahendra mengaku mundur karena Pemerintah Provinsi Jakarta sedang memasuki tahapan krusial perancangan APBD DKI 2020. Maka menurut dia, perlu sumber daya manusia (SDM) yang lebih mumpuni supaya APBD DKI bisa disusun lebih baik.

“Karena situasi dan kondisi yang terjadi saat ini, membutuhkan kinerja Bappeda yang lebih baik lagi. Saya mengajukan permohonan untuk mengundurkan diri dengan harapan agar akselerasi dapat lebih ditingkatkan,” ucapnya.

3. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI, Kelik Indriyanto

Kelik Indriyanto, ikut mengundurkan diri dari jabatan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta pada Senin, 24 Februari 2020.

“Iya (mengundurkan diri). Ada surat permintaannya, ada surat pernyataannya,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jakarta, Chaidir, pada Rabu, 26 Februari 2020.

Menurut dia, Kelik mundur dari jabatan karena ingin menjadi anggota Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP). Maka, tidak benar mundurnya Kelik berkaitan dengan program rumah DP Rp0 yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan.

“Enggak ada (kaitannya dengan rumah DP Rp 0). Dia ingin gabung ke TGUPP, emang dia maunya begitu,” ujarnya.

4. Kepala BPBD Jakarta, Subejo

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jakarta, Chaidir mengatakan Subejo sudah mengirim surat pengunduran diri pada Senin, 24 Februari 2020. Kini, posisi Subejo diisi oleh seorang pelaksana tugas (Plt) BPBD Jakarta, Sabdo Kurnianto.

“Suratnya sudah masuk sejak Senin,” kata Chaidir saat dihubungi pada Rabu, 26 Februari 2020.

Menurut dia, Subejo mundur karena ingin menjadi widyaiswara atau pengajar di Badan Diklat Pemerintah Provinsi Jakarta. Saat ini, Subejo usianya 59 tahun dan nanti akan bisa pensiun pada umur 65 tahun di widyaiswara.

“Pak Subejo sekarang bisa menjabat sampai usia 65 tahun. Kalau sekarang di badan hanya sampai 60 tahun. Dia (Subejo) pindah atas permintaan sendiri,” ujarnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close