Nasional

Suara Lirih dan Mata Berkaca-Kaca, Hendropriyono Lepas Jenazah Adik Tercinta

SENAYANPOST.Com – Terik dan hujan rintik-rintik bergantian mewarnai suasana duka ketika jenazah Ratna Siti Sundari, adik kandung tokoh intelijen nasional AM Hendropriyono tiba di Sandiego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat, Rabu (6/6/2018) pukul 13.26 Wib.

Prosesi pemakaman yang berlangsung sekitar 50 menit itu dimulai pembacaan doa oleh Ustadz Atin dan penurunan jenazah ke liang lahat oleh kedua putera almarhumah, Wimbaraka dan Murateruna, beserta menantu almarhumah; Gerry, disaksikan suami almarhumah, Mulyohadi Sumariatno, serta saudara kandung almarhumah; AM Hendropriyono, Aryono Setyoprabowo, Srie Chaerulia Riswati dan Djati Nuswanto. Dilanjutkan pembacaan iqomah oleh Wimbaraka di hadapan wajah ibunya, dan tabur bunga di pusara almarhumah oleh suami beserta anak menantu dan saudara kandung sekeluarga.

AM Hendropriyono diapit Djati Nuswanto, Ustadz Atin, dan Rony N Hendropriyono menyaksikan penurunan jenazah dan pembukaan kain kafan almarhumah Ratna Siti Sundari. (Foto: Budi)

Upacara pelepasan jenazah menjadi momen puncak yang mengharukan, terutama saat Hendropriyono — dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca — menyampaikan pesan, kesan dan kenangan tentang almarhumah. Para pelayat dari keluarga besar almarhumah, sahabat dan handai taulan, unsur pimpinan dan karyawan Hendropriyono Corporation Indonesia, serta sejumlah pejabat sipil/TNI/Polri larut dalam kesedihan. Berikut pernyataan Hendropriyono, dikutip selengkapnya:

Saudara-saudara sekalian yang dekat di hati saya. Assalammualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Sulit saya rangkaikan dengan kata-kata, betapa rasa terima kasih dan terharu dari hati kami. Saat kami sekeluarga dilanda kesedihan, Bapak Ibu dan Saudara-Saudara sekalian berada di dekat kami secara fisik. Disamping juga secara batin. Untuk itu saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Allah SWT membalas budi baik Bapak Ibu dan saudara-saudara sekalian yang telah meringankan langkah jauh-jauh kemari di bulan puasa untuk menemani kami memakamkan adinda tercinta, Ratna Siti Sundari.

Saya mohon maaf sekali lagi apabila di dalam langkah maupun bicara almarhumah ada hal yang kurang berkenan di hati saudara-saudara yang pernah mengenal atau bergaul atau pernah bertemu dengan almarhumah. Saya juga sekali lagi memohon, apabila ada hal-hal yang menyangkut hutang-piutang dengan almarhumah kita selesaikan di dunia ini. Mohon hubungi kami. Saya mohon doa dari Bapak Ibu dan saudara-saudara sekalian semoga segala kesalahannya dan kalau ada dosanya, diampuni Allah SWT.

Kami keluarga besar sangat cinta kepada almarhumah, tapi Tuhan Maha Pencipta lebih mencintainya. Kullu nafsin dzaikatul maut. Semua yang bernyawa pasti akan kembali kepada-NYA. Kita semua masih ingin bersamanya. Saya sebagai kakak menjadi saksi betapa dia adalah saudara yang terbaik. Yang paling solehah, yang berbudi luhur, bermoral baik, beretika, yang sulit rasanya saudara-saudara mengikuti langkahnya. Mudah-mudahan apa yang ditinggalkannya bisa menjadi suatu suri tauladan bagi seluruh keluarganya, terutama anak-anaknya yang dia cintai; Wigramanda, Murateruna, dan Wimbaraka serta seluruh keluarganya.

Dan saya sebagai abangnya, kakak kandungnya, yang mengasihi dia. Bersama-sama anggota keluarga yang lain, berusaha sekuat tenaga untuk bisa mempertahankan agar dia tetap hidup. Tapi semua keputusan ada pada Allah SWT yang memanggilnya untuk menghentikan semua penderitaannya.

Saya sekali lagi ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada ipar saya, Mulyohadi. Suami yang setia. Suami yang bisa menjadi teladan bagi seluruh kita yang masih hidup, masih sehat, dan saya sendiri. Saya rasa tidak ada duanya dari apa yang pernah saya lihat, suami seperti kamu. Mudah-mudahan Mulyohadi diberikan kesempatan usia serta tempat yang terbaik untuk melanjutkan, memimpin keluarga, membina anak-anak dan cucu-cucu, seperti adik saya. Ihdinas shirothol mustaqim. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Baca juga: Ratna Siti Sundari, Adik Kandung Hendropriyono Meninggal Dunia

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close