Stop Politisasi Wabah Covid-19

Stop Politisasi Wabah Covid-19
As'ad Said Ali

Oleh As'ad Said Ali

ALLAH SWT menurunkan covid-19 tentunya  bukan tanpa tujuan. Sudah pasti untuk kepentingan umat manusia itu sendiri. Hanya kita belum tahu apa rahasia di balik wabah yang berlangsung selama sekitar satu tahun. Kita masing-masing bisa mempelajarinya untuk kepentingan bangsa kita?

Seingat saya wabah covid-19 pertama terjadi di Wuhan, provinsi China Tengah. Dikabarkan asal muasal wabah berasal dari pasar pusat penjualan hewan liar (kera, kelelawar, ular) untuk dimakan manusia, salah satu kebiasaan di negara tersebut misalnya santapan otak monyet.

Lalu muncul berita dari peneliti Israel tentang adanya kebocoran laboratorium senjata biologi AB China di Wuhan. Pemerintah China balik menuduh delegasai militer dari Amerika Serikat yang berkunjung ke China sengaja membawa virus jahat tersebut.

Awal beredarnya isu tersebut terjadi pada akhir 2019 dan awal tahun 2020, bertepatan dimulainya puncak musim dingin. Dan biasanya penyakit flu/pernafasan (corona) itu bermula pada musim dingin. Virus yang menempel pada binatang liar misalnya di tubuh kera mencari udara hangat pindah ke tubuh manusia, jadilah virus.

Covid-19 cepat menyebar ke seluruh dunia, sebab Wuhan adalah pusat industri di China dan terkoneksi dengan tempat strategis di seluruh dunia, tidak terkecuali Indonesia yang mulai tertular pada awal Februari 2020.

Singapura lebih sigap dalam menyikapi Covid 19 karena pada 2002 negara tetangga kita itu mempunyai pengalaman serangan virus SARS (yang juga berasal dari daratan China) yang mengakibatkan jumlah korban cukup besar. Ekonomi Singapura mengalami kehancuran karena SARS yang hanya mengamuk selama tiga bulan.  Oleh karena itu negara jiran sudah mempunyai SOP bagaimana  mengatasi Covid-19.

Tahun 2002 Indonesia sedikit sekali mengalami serangan SARS dengan korban meninggal bisa dihitung dengan  jari. Tetapi bukan sama sekali tidak siap, karena SARS 2002 itu Indonesia membuat Undang-undang  Kekarantinaan. 

Beberapa minggu setelah covid-19 mewabah, baru orang teringat Indonesia mempunyai UU Kekarantinaan Kesehatan, seingat saya para ahli kesehatan dari Universitas Indonesia yang mulai angkat bicara karena mereka yang saya dengar menjadi pemrakarsanya.

Indonesia termasuk yang cukup cepat dalam menangani, meskipun tidak sesigap Singapura. Negaralah yang harus dipercaya menjadi ujung tombak penanganan covid-19. Rakyat memberi dukungan dan politisi lebih baik puasa untuk tidak  mempolitisasi wabah covid-19. Karena politisasi tidak menyelesaikan masalah, malah membuat masalah baru yang membingungkan rakyat. Stop saja politisasi covid-19. (*)

*Dr. KH. As'ad Said Ali, mantan Wakil Ketua Umum PBNU, mantan Wakil Kepala BIN.