Stephen Chow Terancam Bangkrut Akibat Terlilit Utang Rp513 Miliar

Stephen Chow Terancam Bangkrut Akibat Terlilit Utang Rp513 Miliar
Stephen Chow

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Stephen Chow dikabarkan terancam mengalami kebangkrutan setelah kesulitan membayar utang kepada investor dan mantan pacarnya.

Today Online melaporkan, pemilik nama lengkap Stephen Chow Sing Chi itu berutang hingga 270 juta dollar Hong Kong atau setara Rp513 miliar.

Salah satu utangnya kepada pewaris bisnis konstruksi, Yu Manfung. Manfung dan Chow putus pada 2013 setelah berpacaran selama 13 tahun. Pemeran utama dalam film komedi action legendaris, Kung Fu Hustle itu disebut-sebut mengalami krisis keuangan pada 2012. Ketika itu Manfung menggugat Chow sebesar 80 juta dollar Hong Kong (Rp152 miliar).

Jumlah tersebut diklaim Manfung sebagai komisi penjualan rumah mewah di The Peak, Hong Kong, yang belum dibayar oleh Chow.

Chow pernah tinggal di bungalow mewah tersebut, namun kini telah digadaikan pada awal tahun karena krisis keuangan. Manfung merasa ia berhak atas bayaran 10 persen dengan nilai setara Rp152 miliar.

Manfung mengaku dia hanya menerima 10 juta dollar Hong Kong (Rp19 miliar). Chow menyebut uang sejumlah itu merupakan bagian dari iktikad baiknya dan membantah berutang kepada mantan kekasih. Namun, Manfung tidak terima karena itu diklaim di luar kesepakatan.

Proses sidang atas gugatan Manfung tersebut akan digelar pada November mendatang.

Chow juga dilaporkan terlilit utang terkait bisnis investasi yang pernah ia kelola. Pada 2016, sejumlah investor menanamkan modal hingga 1,3 miliar dollar Hong Kong (Rp2,5 triliun) dan Chow menjanjikan keuntungan hingga hingga 1 miliar dollar Hong Kong (Rp1,9 triliun) setelah empat tahun.

Berdasarkan informasi sumber Today Online, bisnis investasi Chow dalam tiga tahun berjalan mulus dengan keuntungan sebesar 670 juta dollar Hong Kong (Rp1,2 triliun). Namun memasuki tahun keempat, perusahaan hanya mampu untung 160 juta dollar Hong Kong (Rp304 miliar) karena pandemi virus corona (Covid-19).

Para investor kemudian menagih keuntungan yang pernah dijanjikan Chow. Untuk membayar utang-utangnya itu, Chow menggadaikan rumah mewah di atas bukit.

Ada pula pembeli yang tertarik membeli rumah mewah Chow lainnya sebesar 1 miliar Hong Kong (Rp2 triliun), namun ia tak tertarik menjualnya.