Sri Mulyani Resmi Terbitkan Aturan Diskon PPnBM Mobil Baru, Berlaku 1 Maret 2021

Sri Mulyani Resmi Terbitkan Aturan Diskon PPnBM Mobil Baru, Berlaku 1 Maret 2021

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Menteri Keuangan resmi menerbitkan aturan mengenai diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah atau PPnBM mobil baru untuk maksimal 1.500 cc akhirnya terbit. 

Insentif pajak yang ditanggung pemerintah ini pun siap dilaksanakan mulai 1 Maret 2021.

Beleid itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20 Tahun 2021 tentang PPnBM atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021. 
Aturan ini diteken Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 25 Februari 2021.

Dalam Pasal 2 beleid tersebut, disebutkan ada dua ketentuan mengenai insentif PPnBM yang ditanggung pemerintah. 
Pertama, PPnBM atas kendaraan bermotor sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc.

Kedua, kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 orang termasuk pengemudi selain sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api atau nyala gardan penggerak (4x2) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc.

“PPnBM yang tertuang atas penyerahan tersebut ditanggung oleh pemerintah untuk tahu anggaran 2021,” tulis Pasal 2 seperti dikutip dari PMK 20/2021, Jumat (26/2/2021).

Selanjutnya dalam Pasal 3 disebutkan, kendaraan tersebut harus memenuhi persyaratan jumlah pembelian lokal atau yang dikenal dengan sebutan local purchase.

“Persyaratan jumlah pembelian lokal meliputi pemenuhan jumlah penggunaan komponen yang berasal dari hasil produksi dalam negeri yang dimanfaatkan dalam kegiatan produksi kendaraan bermotor paling sedikit 70 persen,” tulis Pasal 3 ayat 2.

Diskon PPnBM mobil tersebut berlangsung selama sembilan bulan. Pemberian insentif akan terbagi ke dalam tiga tahap.

Adapun besaran insentif PPnBM yang diberikan mencapai 100 persen atau PPnBM 0 Persen pada tahap pertama berlangsung mulai Maret-Mei 2021. Diskon PPnBM 50 persen pada tahap kedua sejak Juni-Agustus 2021, dan 25 persen di tahap ketiga dari September-Desember 2021.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, diskon PPnBM kendaraan bermotor tersebut diharapkan bisa menggairahkan konsumsi rumah tangga dan produksi industri Tanah Air. Hal ini pun diharapkan memiliki efek berganda pada sektor lainnya.

"Kita berharap masyarakat tentu merespons saya tahu ini kan diharapkan meningkatkan kembali permintaan kendaraan bermotor dan ini akan mendorong industri otomotif di Indonesia yang supply chain-nya cukup penting di dalam perekonomian kita," kata Sri Mulyani.