Sri Mulyani Minta Maaf Sebar Video Diduga Pasangan Gay

18:31
247

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Media sosial Facebook beberapa waktu lalu dihebohkan dengan sebuah video yang diunggah Sri Mulyani di akun Facebook pribadinya.

Dalam video itu, Sri yang tengah berkendara dengan ojek online merekam video dua orang pria, yang seperti bermesraan di atas sepeda motor yang berhenti karena sedang menunggu kereta lewat.

Sri lantas menegur keduanya.

Bukan itu saja, Sri juga mengunggah video hasil rekamannya itu ke akun Facebook-nya. Sontak, banyak orang salah paham jika kedua pria warga negara asing itu merupakan pasangan gay. Padahal keduanya kakak-adik.

Hal ini diklarifikasi sendiri oleh Sri Mulyani, melalui pernyataannya di akun Facebook, Selasa (26/12).

Ia menceritakan kalau sudah bertemu dengan kerabat pria yang direkamnya di kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, itu.

Pertemuan berlangsung di mal yang diawali dengan pesan yang diterimanya dari Mr B, kerabat kedua pria tersebut.

Sri mau bertemu sekalian mengakhiri hujatan dan ancaman yang ia terima via aplikasi pesan. Ia menganggap hujatan dan ancaman itu sebagai hukuman untuk dirinya.

Pemilik Rumah Baju Ritesadina ini juga mengatakan bahwa tulisan ini hasil kesepakatan dari kedua belah pihak. Berikut petikan isi permintaan maaf Sri Mulyani di akun Facebook-nya:

Kemaren tgl 25 Des 17 sy bertemu dgn pihak/kerabat dari pria yg videonya sy viralkan, setelah sebelumnya sy dihubungi melalui messenger dan wa oleh Mr B.

Kita bertemu disalah satu Mall di Jakarta. Tdnya sy ingin pergi sendiri tp mnrut saran temen dan klrga sy, akhrnya sy membawa kerabat.

Krn setelah video yg sy viralkan kmrn banyaaaak sekali pesan mengancam dan menghujat sy di messenger. Sy tidak akan menghapus, sy anggap itu sebagai hukuman buat sy.

sy akui akibat sy viralkan video mrka, khalayak ramai jadi berasumsi tidak baik kpd mereka dan berakibat buruk bagi mereka yg berawal dari sy.

Sy lgsg meminta maaf atas perbuatan sy krn memviralkan video mrka dan menjelaskan kalau yg mereka lakukan di muka umum itu tidak lazim dilakukan di Indonesia. Tp katanya cara bercanda yg mereka lakukan itu lazim di kultur/ budaya mereka.”

Comments

comments