Internasional

Sri Lanka Buka Lowongan untuk Algojo

COLOMBO, SENAYANPOST.com – Pemerintah Sri Lanka mulai membuka lowongan kerja untuk dua algojo yang bertugas mengeksekusi mati penjahat narkoba.

Presiden Maithripala Sirisena mengambil kebijakan garis keras dengan memberlakukan kembali hukuman mati mengikuti Filipina yang keras terhadap tindak pidana narkoba.

Diberitakan Reuters, Selasa (12/2), hukuman gantung terakhir di Sri Lanka dilakukan 43 tahun lalu. Namun pekan lalu, Presiden Sri Lanka mengatakan akan memberlakukan lagi hukuman mati bagi bandar narkotika dalam dua bulan ke depan.

Sirisena berkaca pada keberhasilan Presiden Rodrigo Duterte dalam mengurangi kejahatan narkotika, yaitu mengeksekusi mati para bandar.

Algojo terakhir Sri Lanka mengundurkan diri pada 2014 lalu tanpa pernah mengeksekusi seorang napi pun. Alasannya mundur, karena dia stres melihat tali gantungan.

Tahun lalu, Sri Lanka mempekerjakan algojo lainnya, tapi dia tidak pernah muncul ke kantor.

Mengetahui Sri Lanka akan memberlakukan lagi hukuman mati, pihak penjara buru-buru mencari algojo baru.

“Kami tidak tahu kapan pemerintah akan melanjutkan hukuman mati, tapi kami akan mempekerjakan dua algojo agar siap jika pemerintah ingin mengeksekusi mati bandar narkotika,” kata Thushara Upuldeniya juru bicara badan pemasyarakatan Sri Lanka.

Pencarian algojo dilakukan dengan membuat iklan di koran Daily News pada Senin (11/2). Kriterianya adalah warga Sri Lanka, lelaki, usia antara 18 hingga 45 tahun, bermoral, dan yang terpenting: kuat mental.

Gaji yang ditawarkan untuk posisi ini adalah 36.310 rupee, sekitar Rp 2,8 juta, lebih besar dari rata-rata pegawai negeri Sri Lanka.

Upuldeniya mengatakan wawancara para pelamar akan dilakukan bulan depan.

Algojo baru Sri Lanka diperkirakan akan mengeksekusi mati 25 orang tersangka kasus narkotika. Saat ini di Sri Lanka ada 436 orang, termasuk enam perempuan, yang telah divonis hukuman mati. (WW)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close