NasionalTokoh

Sosok Abas Alibasyah, Sang Maestro Lukis Pejuang yang Kini Tiada

 

Kamis 12 May 2016, 01:18 WIB

Jabbar Ramdhani – detikNews

Jakarta – Abas Alibasyah, seorang maestro lukis Indonesia tutup usia. Abas dikenal dengan lukisan-lukisan gaya abstraknya yang sarat akan nilai sosial.

“Beliau meninggal di RS Fatmawati sekitar pukul 17.25 WIB tadi. Beliau meninggal karena usia beliau yang sudah 91 tahun,” ujar anak pertama Abas, PLE Priatna saat dihubungi detikcom, Rabu (11/5/2016) malam.

Abas lahir di Purwakarta, Jawa Barat pada 11 Maret 1926. Selain sebagai pelukis, Abas juga dikenal sebagai pendidik, pejuang serta organisatoris. Ayahnya, Hoesen Adimihardja asal Purwakarta adalah seorang pegawai pada jawatan pengairan.

Dikutip dari berbagai sumber, kemampuan Abas dalam melukis berawal ketika ia bersekolah di Holandsche Inlandsche School (HIS). Ia mulai menyukai sekaligus menyalurkan bakat menggambar di sana.

Begitu juga ketika ia meneruskan studinya di Sihan Gakko pada masa penjajahan Jepang. Abas juga sempat bergabung dengan Keimin Bunka Sidhoso, sebuah lembaga kesenian yang didirikan oleh pemerintah Jepang di Bandung. Di sini, Abas kemudian bertemu dengan pelukis Barli Sasmitawinata Affandi, Hendar Gunawan, Sudjana Kerton juga Affandi.

Berlanjut hingga ia mengasah bakatnya di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta dari tahun 1950-1956. Beberapa tahun kemudian, ia melanjutkan studi ke Belanda. Penghargaan diterimanya baik dari dalam maupun luar negeri kemudian.

Dari dalam negeri, Abas pernah menerima penghargaan dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) untuk lukisan terbaik pada Bienale I. Ia juga pernah mendapatkan Lempad Prize dari Yayasan Lempad Bali, Satya Lencana Kebudayaan dari Pemerintah. Sementara dari luar negeri, Abas mendapatkan penghargaan di Cultural Award Scheme dari Pemerintah Australia di tahun 1977.

Abas pun dalam karirnya pernah menjadi pamong Taman Siswa Ibu Pawiyatan Yogyakarta, jadi guru di SMA Stella Deuce dan SMA Negeri III B (Padmanaba) Yogyakarta, Dosen IKIP Yogyakarta dan UGM, menjadi Direktur ASRI Yogyakarta dan ASKI Surakarta, Ketua Sekolah Tinggi Seni Rupa Indonesia Yogyakarta. Abas juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Dirjen Kebudayaan Depdikbud hingga menjadi Ketua Dewan Kesenian Yogyakarta.

Pada Dies Natalis ke-28 Institut Seni Indonesia di 2012, Abas mendapatkan gelar Empu Ageng. Abas dikenal masyarakat lewat karya lukisan abstrak yang ia tonjolkan pada tahun 1960-an. Pembaruan yang dipengaruhi kondisi sosiokultural ini kemudian ikut menggejala di Indonesia.

Abas akan dimakamkan di TMP Kalibata pada Kamis (12/5) pukul 12.00 WIB. Ia pernah menerima penghargaan Bintang Gerilya. Maestro lukis itu menghembuskan nafas terakhir setelah sebelumnya dirawat di rumah sakit sejak 7 April 2016. (bag/bag)

Sumber:

http://news.detik.com/berita/3208365/sosok-abas-alibasyah-sang-maestro-lukis-pejuang-yang-kini-tiada

 

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close