Ekonomi

Sopir Damri Rute Bandara Soetta Mogok Kerja

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Sejumlah pengemudi Damri se-Jabodetabek rute Bandara Soekarno-Hatta menggelar aksi mogok kerja.

Menurut Dirut Perum Damri, Setia N Milati Moemin, aksi itu dilakukan para pengemudi sejak Jumat (5/7) kemarin.

Mereka melakukan aksi mogok dengan tuntutan agar helper-helper (kernet) lama direkrut oleh perusahaan dan diposisikan di dalam bus kembali.

“Demo pengemudi yang diduga didalangi segelintir provokator tersebut sudah mengarah pada tindakan anarkis dengan menyerang pejabat Damri yang langsung menemui mereka dengan maksud menjelaskan kebijakan perusahaan dan untuk mendapatkan titik temu,” kata Setia dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/7/2019).

Setia kemudian menjelaskan kebijakan yang ditetapkan perusahaan terhadap para kernet. Salah satunya adalah pembenahan status kernet.

Setia mengatakan, selama ini kernet direkrut oleh pengemudi dan jumlahnya mencapai sekitar 300 orang. Akibatnya, para kernet bekerja dengan kondisi tanpa ikatan kerja.

“Damri melakukan pembenahan status helper dari kondisi tanpa ikatan kerja menjadi pegawai dengan status aturan pemerintah, karena selama ini mereka direkrut oleh pengemudi. Setelah dilakukan tes terhadap sekitar 300 orang helper, hanya 90 orang yang lulus,” jelasnya.

“Agar layanan helper off board segera tersedia, Damri kemudian bekerja sama dengan perusahaan outsourcing untuk segera menyediakan layanan helper sesuai dengan kriteria yang ditetapkan. Dengan demikian helper lama dapat bekerja kembali melalui perusahaan outsourcing apabila lolos persyaratan,” lanjutnya.

Setia menambahkan, dengan kebijakan perusahaan untuk menetapkan layanan e-tiket, sejatinya layanan kernet di dalam bus sudah tidak diperlukan. Namun, Setia menggarisbawahi kebijakan e-tiket ini bukan berarti menghilangkan layanan kernet, melainkan memindahkannya dari dalam bus (on board) ke luar bus (off board).

“Sesuai dengan fungsinya, helper-helper Damri disiagakan untuk membantu pelanggan Damri di titik-titik pemberangkatan dan titik-titk kedatangan. Dengan demikian tidak ada pengurangan layanan Damri dengan adanya perpindahan posisi helper,” tegasnya.

“Sistem e-tiket Damri merupakan kebijakan penting Damri untuk mengendalikan pendapatan. Dan ternyata tanpa helper on board, pendapatan Basoetta meningkat per harinya, bahkan mencapai 40 persen,” tuturnya.

Setia menegaskan, saat ini pihaknya sudah menemukan kesepakatan dengan para sopir terkait keberadaan kernet. Perusahaan memutuskan jumlah kernet off board akan ditambah dan untuk rute-rute sibuk akan ada kernet on board.

“Namun pengemudi yang sudah bersikap anarkis berbalik meminta Damri mengeluarkan surat kesepakatan damai dan menjamin bahwa para pengemudi yang anarkis tersebut tidak dirotasi atau tidak dipecat. Hal ini tentu saja tidak dapat diterima oleh manajemen Damri. Perbuatan anarkis merupakan perbuatan yang harus diproses sesuai dengan aturan hukum,” tegasnya.

Setia mewakili perusahaan juga meminta maaf kepada masyarakat jika layanan bus Damri ke Bandara Soetta terganggu.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close