Soal Narasi, Diaz Hendropriyono: Anies Bukan Menyindir Jokowi

Soal Narasi, Diaz Hendropriyono: Anies Bukan Menyindir Jokowi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang mengatakan bahwa suatu gagasan harus dinarasikan dengan kuat, baru setelah itu diimplementasikan dengan kerja, bukanlah sebuah sindiran untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Yang pertama, saya yakin bahwa pernyataan tersebut bukan untuk menyindir Pak Jokowi,” kata Staf Khusus (Stafsus) Presiden Jokowi, Diaz Hendropriyono, kepada wartawan, Minggu (15/12/2019).

Karena Pak Gubernur, lanjutnya, adalah bagian dari pemerintahan. Dan saya kenal (Anies Baswedan) sebagai pribadi yang santun.

“Apalagi bahwa selaku gubernur, mekanisme resmi untuk memberikan laporan dan masukan ke pemerintah pusat sudah ada, yakni melalui Mendagri,” kata Diaz kepada wartawan, Minggu (15/12/2019).

“Kedua, yang diperlukan saat ini adalah kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah, sinergi lintas sektoral dan kerja nyata sebagai pengejawantahan narasi besar visi Presiden RI,” imbuhnya.

Diaz pada dasarnya setuju dengan Anies bahwa narasi memang harus dibangun. Namun, dia menegaskan jangan sampai terfokus kepada narasi, tapi kerja yang nyata justru dilupakan.

“Dan yang harus digarisbawahi adalah bahwa narasi memang perlu dibangun. Namun jangan sampai kita hanya fokus membangun narasi dan melupakan hal yang lebih penting, yaitu kerja nyatanya. Artinya, jangan lupa juga bahwa narasi tanpa action, akhirnya ‘you go nowhere’ juga, atau ‘no action talk only’,” ucap Ketua Umum PKPI itu.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur DKI Anies Baswedan berbicara mengenai kekuatan kata-kata saat menghadiri Milenial Fest 2019 di Jakarta. Anies mencontohkan aktivis lingkungan asal Swedia, Greta Thunberg, yang terpilih menjadi Person of the Year untuk 2019 versi majalah Time.

“Apa ya yang sebenernya menarik dari inspirasi, kata-kata. Karena sering kali, akhir-akhir ini, kata-kata dianggap nggak penting yang penting kerja. Rileks dulu rileks. Kenapa ini menjadi sesuatu? Tahukah Anda siapa yang jadi person of the year tahun 2019 di majalah Time. Bikin apa dia? Bikin movement pake apa? Kata-kata. Namanya siapa? Greta dari Swedia. Umurnya 16 tahun,” kata Anies saat bicara di acara Milenial Fest 2019, di Balai Sarbini, Jakarta Pusat, Sabtu (14/12).

Anies juga menekankan pentingnya kata-kata dalam menjalankan sebuah aksi. Anies menegaskan aksi dan karya harus disertai narasi.

“Jangan pernah remehkan kata-kata, ini semua disampaikan pakai kata-kata, kalau kata-kata nggak penting, tutup online itu, media tutup, TV tutup, karena di situ ada pesan dengan naratif, jadi teman-teman ini harus diwujudkan ujungnya pada aksi, jangan sampai action tanpa narasi, you go nowhere,” jelasnya. (Jo)