Soal Bintang Jasa, Pendiri PAN Pertanyakan Apa Jasa Luar Biasa Fahri & Fadli Zon

Soal Bintang Jasa, Pendiri PAN Pertanyakan Apa Jasa Luar Biasa Fahri & Fadli Zon

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Presiden Jokowi akan memberikan penghargaan Bintang Mahaputera Nararya kepada dua mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon akan menerima

Namun, pemberian bintang tanda kehormatan kepada dua tokoh yang kerap mengkritisi pemerintahan Jokowi itu mendapat sorotan dari banyak pihak, termasuk oleh salah satu pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha.

Melalui akun Twitternya, Abdillah menyebut bahwa salah satu syarat untuk bisa meraih Bintang Mahaputera Nararya adalah berjasa luar biasa kepada bangsa dan negara.

Karenanya, Abdillah mempertanyakan apa jasa luar biasa dari Fahri dan Fadli untuk negara ini. Ia pun meminta netizen mengenai hal itu.

“Salah satu syarat untuk bisa meraih bintang jasa itu adalah berjasa luar biasa kepada bangsa dan negara,” tulis Abdillah di akun Twitternya, dikutip pada Kamis (13/8/2020).

“Bagus kalau ada yang bisa ceritakan disini apa saja jasa luar biasa kedua tokoh itu,” cuit @AT_AbdillahToha.

Diketahui, Bintang Mahaputera Nararya adalah bintang penghargaan dari presiden kepada warga sipil yang dianggap telah berjasa secara luar biasa. Penghargaan ini diberikan secara rutin dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-75 Kemerdekaan RI.

Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan, disebutkan di Pasal 5 bahwa Bintang Mahaputera Nararya merupakan tanda kehormatan berupa Bintang sipil.

Selain Nararya, ada empat Bintang Mahaputera lain yang disebutkan, yaitu Bintang Mahaputera Adipurna, Bintang Mahaputera Adipradana, Bintang Mahaputera Utama, dan Bintang Mahaputera Pratama.

Untuk memperoleh penghargaan itu, ada dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu syarat umum dan khusus.

Dalam Pasal 25 dicantumkan syarat umum yang harus dipenuhi yakni; WNI atau seseorang yang berjuang di wilayah yang sekarang menjadi wilayah NKRI; memiliki integritas moral dan keteladanan; berjasa terhadap bangsa dan negara; Berkelakuan baik; setia dan tidak mengkhianati bangsa dan negara; dan tidak pernah dipidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pindana yang diancam dengan pidana penjara singkat 5 tahun.

Sementara itu, syarat khusus untuk mendapatkan Bintang Mahaputera sebagaimana dalam Pasal 28 yakni; Pertama, berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara.

Kedua, pengabdian dan pengorbanannya di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan beberapa bidang lain yang besar manfaatnya bagi bangsa dan negara. Ketiga, darmabakti dan jasanya diakui secara luas di tingkat nasional dan internasional.

Penerima tanda jasa juga memiliki beberapa kewajiban, yaitu: Menjaga nama baik diri dan jasa yang telah diberikan kepada bangsa dan negara, menjaga dan memelihara simbol dan/atau lencana tanda jasa dan/atau tanda kehormatan, dan memberikan keteladanan dan menumbuhkan semangat masyarakat untuk berjuang dan berbakti kepada bangsa dan negara.

Adapun tanda jasa dan/atau penghargaantersebut bisa dicabut oleh presiden ketika tak lagi memenuhi syarat-syarat tersebut di atas.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengatakan Presiden Jokowi akan menganugerahi Fadli Zon dan Fahri Hamzah tanda penghormatan Bintang Mahaputera Nararya.

Mahfud menyebut penghargaan itu akan diberikan Jokowi kepada dua politikus yang kerap mengkritik pemerintah tersebut tepat pada Hari Kemerdekaan RI, 17 Agustus mendatang.

“Fahri Hamzah @Fahrihamzah dan Fadli Zon @fadlizon akan mendapat Bintang Mahaputra Nararya. Teruslah berjuang untuk kebaikan rakyat, bangsa, dan negara,” cuit @mohmahfudmd, Senin (10/8/2020).