Nasional

Soal ‘Ahok Gantikan Ma’ruf’, Dewan Pers Segera Panggil Indopos

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Dewan Pers langsung turun tangan menganalisis pemberitaan harian Indopos yang memuat spekulasi soal pergantian wakil presiden bagi Joko Widodo. Dewan Pers juga segera memanggil awak media Indopos untuk meminta keterangannya.

“Pengadu kan sudah memberikan pengaduannya, nanti teradu kami proses dan kami klarifikasi. Jadi pengaduan ini akan dianalisis oleh tim analisis komisi pengaduan masyarakat,” kata tenaga ahli Dewan Pers, Herutjahjo, sesaat setelah menerima aduan di kantornya, Jumat (15/2/2019).

Heru memperkirakan pihaknya butuh waktu sekitar sepekan untuk menganalisis isi aduan. Namun karena konten aduan ini menyangkut pemilu yang bersifat urgen, ia memperkirakan penanganan kasus ini bisa berlangsung lebih cepat.

“Biasanya dalam dua minggu, apalagi ini kan berkenaan dengan pemilu. Tapi kita lihat nanti bagaimana prosesnya,” ucap Heru.

Sebelumnya, Direktur Hukum dan Advokasi Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ade Irfan Pulungan, melaporkan harian Indopos ke Dewan Pers dengan dugaan pelanggaran UU Pers dan Kode Etik Jurnalistik.

Konten berita yang menjadi keberatan TKN ada pada edisi Rabu, 13 Februari 2018. Dalam edisi itu, harian Indopos memuat artikel berjudul ‘Ahok Gantikan Ma’ruf Amin?’

Artikel itu menyoroti skema kemungkinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang akan menggantikan Ma’ruf Amin disebut akan berhenti sebagai wapres terpilih karena alasan kesehatan.

Tak hanya itu, artikel tersebut juga menghitung kemungkinan Ahok akan menggantikan Jokowi yang akan mundur sebagai presiden terpilih, sementara posisi wapres akan diisi oleh Hari Tanoesoedibjo.

“Berita ini kami anggap sebuah fitnah, fitnah besar kepada paslon kami. Kenapa? Pemilunya saja belum terjadi. Pemilu belum terjadi tapi sudah diberitakan,” kata Ade.

Sejauh ini Indopos belum memberikan peryataan terkait laporan TKN ke Dewan Pers ini. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close