Hukum

SMRC: Secara Hukum Sulit Mendiskualifikasi Kemenangan Jokowi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Direktur Program SMRC Sirojudin Abbas menegaskan jika yang dipersoalkan tim hukum Prabowo di Mahkamah Konstitusi (MK) sebagai bukti terstruktur sistematis dan massif (TSM) sejauh ini baru sebatas “incumbency advantage,” keuntungannya sebagai petahanan.

“Soal keuntungan petahana dalam pemilu memang selalu diperdebatkan. Karena fakta bahwa calon incumbent masih berwenang menjalankan program dan kebijakan pemerintah,” demikian Sirojudin, Jumat (14/6).

Tapi itu sebenarnya adalah default yang tidak mungkin dihilangkan sejauh demokrasi masih memungkinkan petahana ikut berkompetisi di periode selanjutnya.

Incumbency advantage kata Sirojudin, bisa dihilangkan jika periode kekuasaannya dibatasi hanya satu kali. “Yang sudah pernah menjabat, dilarang langsung maju lagi di periode kedua. Jadi, calon yang bertarung fresh terus semuanya,” ujarnya.

Karena itu menurut Sirojudin, sulit disebut ada kecurangan TSM hanya sebatas tuduhan akan prosedur dan kebijakan yang dinilai menguntungkan Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Apa yang disampaikan tim hukum Prabowo sama sekali tak menyentuh kecurangan TSM yang dimaksud untuk memenangkan Jokowi – Ma’ruf Amin. Hanya asumsi politik, sehingga sulit secara hukum bisa mendiskualifikasi kemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin,“ pungkasnya. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Close