Internasional

Skandal 1MDB, Malaysia Tekor Rp177,8 Triliun

KUALA LUMPUR, SENAYANPOST.com – Menteri Keuangan Malaysia Lim Guang Eng membeberkan, skandal 1Malaysia Development Bhd (1MDB) yang menyeret mantan PM Najib Razak telah berdampak mandeknya proyek kereta ringan Malaysia.

Lim menyebut dengan terhentinya proyek LRT 3 di Malaysia telah merugikan negara sekitar 50 miliar ringgit atau Rp177,8 triliun.

“Malaysia dapat terus melanjutkan mega proyek jika tidak ada skandal 1MDB dan mini 1MDB lainnya,” kata Lim.

“Kami mampu mengeksekusi semua projek ini, termasuk konstruksi kereta rel transit 3 (LRT 3).”

“Skandal 1MDB sendiri merugikan kita 50 miliar ringgit.”

“Banyak skandal lain yang serupa dengan 1MDB merugikan kita puluhan dan puluhan miliar ringgit. Kita sekarang harus membayar skandal 1MDB,” kata Lim dalam sebuah konferensi pajak nasional seperti dilansir situs berita The Star, Selasa (17/7).

“Belum lagi, sampai sekarang ada orang-orang yang menyebut skandal itu tidak ada.”

“Tapi kami tahu semuanya benar karena kami harus menanggung semua utang yang harus dibayar.”

“Kami sudah membayar tujuh miliar ringgit dan tahun ini, kami akan membayar 1,3 miliar (untuk 1MDB),” kata dia menambahkan.

Lim Guang Eng menyatakan sejumlah skandal tersebut merugikan negara, dan terkadang rakyat tidak mengerti besarnya skandal-skandal tersebut.

“Bagaimana kami akan mendapat uang untuk membayar utang-utang tersebut? Kami hanya akan mendapatkannya jika menyelidiki kasusnya dan menangkap pelakunya.”

“Pemerintah Malaysia harus mencari solusi untuk membayar utang-utang dan mencegah Malaysia default, karena itulah kami harus merasionalisasi semua proyek-proyek yang disetujui tanpa adanya rujukan kemampuan untuk membayarnya,” kata Lim.

“Contohnya adalah projek LRT 3. Seandainya pemerintah Barisan Nasional terus berkuasa, biaya LRT 3 akan tetap 32 miliar ringgit. Biaya itu tidak dibayar oleh pemerintah sekarang tapi oleh generasi selanjutnya, anak-anak kita.”

Saat proyek LRT3 diumumkan ke publik, biayanya 10 miliar ringgit, yang bukan nilai sebenarnya yang sebenarnya jauh lebih tinggi

“Pada 2015, kabinet terdahulu menyetujui projek LRT 3 dengan harga RM 10 miliar. Banyak orang tidak percayai jumlah itu; bagaimana jumlahnya bisa sekecil itu dan seharusnya projek tersebut bernilai lebih besar.”

Namun, pada Maret 2018, sebuah surat dari Prasarana Malaysia Bhd ditemukan dan nilai sebenarnya terungkap.

“Dari situ, pemerintah mencari anggaran bernilai RM22 miliar menambah RM10 miliar yang sudah ditetapkan.”

“Ini yang terjadi di saat pemerintah tidak jujur sepenuhnya… yang menyembunyikan seberapa besar dana yang dikeluarkan untuk mega proyek,” Lim bertambah.

Ia memastikan bahwa meskipun terdapat penyesuaian kereta LRT 3 akan tetap kuat dan menjadi transportasi alternatif untuk dipakai masyarakat daripada terjebak kemacetan.

Lim memberitahukan bahwa ada tiga tipe skandal atau modus operandi yang telah terbongkar. Antara lain pemalsuan, berkas dirahasiakan dan penghilangan dokumen.

Lim menegaskan meski Malaysia masih menyelesaikan masalah itu, namun performa ekonomi tetap konsisten, terbukti oleh rasio utang negara yang rendah dan pasar modal yang efisien. (WW)

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close