Opini

Singapura di Bawah Bayang-Bayang Virus Corona (3)

Menyerap Hikmah dari Negeri Inovatif dan Kreatif

Oleh: Ahmad Rofi’ Usmani

“Amboi. Kita kayak menyewa bus wisata besar dan nyaman. Tetapi, hanya diisi delapan orang saja.”

Demikian ucap saya kepada para guru Sekolah Alam Gaharu, Bandung. Sabtu pagi, dua hari yang lalu. Tentu saja nyaman: naik bus no. 107 dari Sultan Str. Menuju downtown Singapura hanya berdelapan. Saat itu sekitar pukul 9 pagi. Jalan-jalan masih lengang. Sabtu memang hari libur sih.

Tujuan kami hari itu ke seputar pusat kota Singapura. Tahu di sini pusat pusaran kasus virus corona di Negeri Singa ini, kami pun lebih hati-hati dan jaga diri. Ketika kami akhirnya memasuki kawasan Marina Barrage, pusat reservoir air, kawasan itu sepi. Saya lihat ada sekitar 15 orang sedang berolahraga di situ. Tidak lama di situ, dengan jalan kaki sambil menghirup udara segar Singapura di pagi hari, kami menuju Gardens by the Bay. Tempat ini merupakan destinasi utama kami. Utamanya bagi para teman guru. Mereka tahu apa yang harus mereka kaji.

“Amati dan kaji dengan cermat setiap seksi di hutan buatan itu. Kreativitas, imajinasi, managemen yang ciamik, dan pandangan jauh ke depan, itulah salah satu rahasia dibangunnya hutan itu!” Pesan saya kepada saya mereka, sebelum memasuki hutan itu. Saya cermati, ternyata di antara para pengunjung tidak banyak yang mengenakan masker lo.

Sekitar tiga jam mereka “mengubek-ubek” hutan buatan. Betapa senang mereka. Ya, sebagai para guru sekolah alam, wajarlah jika mereka gembira dapat berkunjung ke situ. Tak kenal lelah, kini kami bergerak menuju Orchard Rd. Kali ini naik MRT. Teman-teman guru dengan cepat menguasai medan. Hebat.

Berbeda dengan hari sebelumnya, kini kami menuju titik pusat keramaian dan kerumunan. Setiba di sana, lo ternyata juga tidak banyak orang yang mengenakan masker. Hanya di beberapa toko di level 1 Gedung Takashimaya dilakukan pemeriksaan kesehatan. Memang, Orchard Rd. kali ini tidak seperti biasanya. Mungkin, banyak orang yang gamang dengan virus corona.

Puas dengan kluyuran di seputar Orchard Rd., para guru kemudian menikmati free-time. Mereka kemudian jalan menuju Esplanade dan tempat Dancing Water di Marina. Sayang, sejak 8 Februari 2020 program Dancing Water “diistirahatkan”.

Esok harinya, Ahad, sekitar jam tujuh pagi kami sudah naik MRT. Tujuan kali ini menuju Airport dan ke Stasiun MRT Expo. Begitu tiba di Terminal 2, segera kami “menyerbu” Jewel: mall dan tempat hiburan baru dalam komplek Changi Airport.

Di situ kami tidak lama. Kami segera “berlari” menuju Stasiun Expo: mau menonton Singapore Air Show 2020. Duh, setiba di sana, ternyata ribuan manusia telah mengular panjang: antre dengan sangat tertib di Hall 7. Pemeriksaan medis sangat cermat dan ketat. Ketika ribuan manusia itu saya cermati, ternyata hanya sekitar sepuluh orang yang mengenakan masker. Duh.

Dari Hall tujuh ribuan penonton Singapore Air Show itu diangkut naik bus menuju ke tempat ekshibisi. Sementara di atas, suara menggelegar pesawat- pesawat yang unjuk diri memekakkan telinga.

Pada jam tiga sore, Singapore Air Show 2020 ditutup dengan demonstrasi enam pesawat tempur dan dua helikopter tempur. “Indah dan dahsyat!” Komentar seorang teman.

Usai pulang dari Stasiun Expo, perjalanan selama empat hari di Negeri Singa ini kami akhiri dengan menikmati roti prata di sebuah resto Muslim di Sultan St.

“Teman-teman. Besok pagi kita kembali ke kota yang kita cintai: Bandung. Meski hanya selama empat hari, semoga teman-teman dapat menarik manfaat dan hikmah perjalanan ini: negara jiran ini maju karena kreatif, inovatif, dan berpandangan jauh ke depan. Juga, tidak korup, cerdas, kejujuran selalu ditekan, kedisiplinan selalu dipegang teguh, dan ceedas dalam memanfaatkan sains serta teknologi. Nilai-nilai ini kiranya dapat ditransferkan kepada teman-teman kecil yang kalian temani. Setiap hari. Mohon maaf, kali ini kalian seperti para backpacker: menginap di hostel dan setiap hari harus menyiapkan bekal sendiri. See you again next year!” ucap saya menutup petualangan mereka di Negeri Singa.

Salam takzim kami dari Singapura.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close