Teknologi

Simak, Ini Langkah Keamanan Hadapi Skandal Data Facebook

YOGYAKARTA, SENAYANPOST.com – Pakar digital forensik Unversitas Islam Indonesia Yudi Prayudi mengatakan, bagi pengguna facebook di Indoensia, isu skandal data Cambridge Analytica, masih belum terlalu berpengaruh.

Hal ini, kata Yudi, terlihgat dari postingan dan komentas status di linimasa di Indonesia yang tidak banyak membahas tentang dampak Cambridge Analytica terhadap dirinya dalam eksistensi, privasi dan keamanan.

“Hal ini berbeda dengan warga negara Amerika Serikat dimana data-data merekalah yang digunakan oleh Cambridge Analytica untuk kepentingan pemenangan kampanye Donald Trump. Barangkali karena ada praduga bahwa 50 juta data pengguna Facebook yang dipermasalahkan adalah pengguna Facebook di Amerika, bukannya di Indonesia sehingga hal ini tidak menimbulkan gejolak dan penolakan Facebook di Indonesia,” ujarnya, Jumat (30/3/2018) di kampus UII Jalan Kaliurang KM-14 Yogyakarta.

Ia mengingatkan apa yang dilakukan oleh Cambridge Analytica sebenarnya sangat mungkin dilakukan juga oleh perusahaan lainnya, baik yang saat ini beroperasi didalam ataupun di luar negeri.

“Ada ratusan bahkan mungkin ribuan aplikasi pihak ketiga yang dijalankan dengan memanfaatkan Open Graph API dari Facebook. Sehingga potensi penggunaan data untuk hal yang tidak sesuai sangatlah terbuka,” katanya.

Untuk itu, jelasnya ada 3 langkah keamanan dan 2 langkah preventif yang harus diperhatikan untuk pengguna Facebook.

Menurut dia, tiga langkah itu adalah, pertama tinjau kembali seluruh setting privacy yang telah dibuat untuk akun facebook.

“Setting privacy ini akan mengatur apa yang bisa dishare oleh kita kemudian siapa yang menerima sharing, kemudian bagaimana orang lain bisa berkomunikasi dengan kita. Termasuk mekanisme approve bila seseorang melakukan tag terhadap akun kita pada komentar ataupun foto sebelum bisa muncul dalam dinding Facebook kita,” ujarnya.

Kedua, katanya, lakukan setting privacy yang tepat untuk data yang berhubungan dengan privacy kita seperti: tempat dan tanggal lahir, lokasi tempat tinggal, nomor telepon.

“Data sebaiknya di setting sebagai hidden dari akses publik,” pesannya.

Langkah ketiga, jelasnya,pengguna facebook harus memperhatikan pula daftar aplikasi yang telah kita ijinkan untuk dapat mengakses data Facebook kita.

“Bila aplikasi tersebut sudah tidak lagi dipake atau malah tidak kita kenal maka segera hapus aplikasi tersebut dari daftar tersebut,” katanya.

Selain itu, pengguna facebook diminta mengambil dua langkah preventif, yakni, pertama bila akan bergabung dengan suatu web atau menjalankan sebuah aplikasi dengan memanfaatkan data facebook  yang biasanya ada pilihan apakah login/daftar manual atau login/daftar dengan akun facebook, maka harus dipastikan bahwa web atau aplikasi tersebut benar-benar aplikasi yang terpercaya.

“Bila ragu maka sebaiknya tidak menggunakan pilihan login dengan akun facebook namun lakukan login dengan data manual. Minimalkan upaya untuk mengintegrasi Facebook dengan aplikasi external lainnya,” ujarnya.

Selain itu, pengguna facebook diminta tidak mudah tergiur untuk menjalankan aplikasi yang berjalan dengan cara mengakses data dan aktivitas facebook kita.

“Aplikasi lucu-lucuan seperti aplikasi yang memprediksi bagaimana wajah kita ketika tua, aplikasi yang memprediksi siapa artis yang mirip dengan kita, siapa sahabat terbaik kita dan sejenisnnya secara tidak langsung akan melakukan mekanisme akses terhadap foto, posting komentar, like comment, checkin lokasi yang kita lakukan di facebook untuk kemudian diolah menjadi ouput yang diharapkan,” katanya.

Aplikasi sejenis ini, lanjutnya, sifatnya walaupun hanya sekedar gurauan ternyata  memiliki dampak yang sangat dalam terhadap akses privacy dan data kita. Karena itu, ia menyarankan sebaiknya kita hindari apliasi sejenis ini, termasuk didalamnya adalah aplikasi kuis/survei yang banyak ditemukan dalam facebook atupun di internet secara umum. (MU)

KOMENTAR
Tags
Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Close