Politik

Siapa WN Rusia yang Temani Prabowo ke Dubai?

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Prabowo Subianto bertolak ke Dubai, Uni Emirat Arab Selasa pagi tadi. Dia ditemani sejumlah orang. Di antaranya ada sejumlah warga negara asing, yakni dari Amerika Serikat, Jerman dan Rusia.

Keberangkatan Prabowo dibenarkan oleh Kasubag Humas Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Sam Fernando. Capres nomor urut 02 tersebut berangkat Selasa pagi menggunakan pesawat pribadi dari Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

“Pada 28 Mei 2019 pukul 06.16 WIB, di Bandara Halim PK Jakarta Timur Prabowo Subianto dan rombongan dalam rangka keberangkatan ke Dubai Uni Emirat Arab,” kata Sam lewat keterangan tertulis, Selasa (28/5/2019).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan dari pihak Prabowo Subianto terkait maksud kepergiannya ke Dubai. Atau, apakah dari Dubai ia akan menuju ke tempat lain.

Berdasarkan keterangan pihak imigrasi, belum diketahui sampai kapan Prabowo berada di Dubai atau luar negeri.

“Rencana kembali ke Indonesia tentative. Selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman,” kata Sam Fernando.

Data manifes menyebut, dua WN Rusia yang masuk dalam manifes perjalanan Prabowo Subianto ke Dubai adalah Mikhail Davzdov dan Anzhelika Butaeva. Siapa mereka?

Berdasarkan penelusuran, nama Mikhail Davzdov dan Anzhelika Butaeva ada dalam artikel berjudul, DPR Undang Parlemen Asing Saksikan Pemilu yang dipublikasikan situs resmi DPR RI, www.dpr.go.id.

Anzhelika Butaeva Mikhail Davydov (yang ditulis Mikhail Davzdov dalam manifes) disebut sebagai perwakilan Sekretariat Parlemen Rusia (DUMA) yang diundang untuk menyaksikan pemilu di Indonesia.

Berikut isi artikel tersebut:

DPR RI mengundang anggota parlemen negara-negara sahabat untuk menyaksikan langsung proses Pemilihan Umum (Pemilu) serentak di Tanah Air. Ini bagian dari upaya DPR RI dalam memperlihatkan Indonesia sebagai negara demokratis terbesar di dunia. Apalagi pada Pemilu kali ini menghadirkan sekaligus Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Anggota Legislatif (Pileg).

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan, undangan ini diinisiasi DPR RI dan baru pertama kali dilakukan. Kegiatan ini bagian dari upaya untuk melihat bagaimana perkembangan demokrasi di Indonesia. Undangan yang hadir di antaranya Parlemen Turki, Malaysia, Pakistan, Rusia, dan dua organisasi internasional seperti Organisasi Konferensi Islam dan Westminster Foudation for Democracy (WFD), Inggris serta Global Organization of Parliamentarians against Corruption (GOPAC).

“Ini adalah inisiatif DPR untuk mengundang sejumlah anggota parlemen dari beberapa negara sahabat sekaligus organisasi internasional yang selama ini dekat dan bekerja sama dengan DPR. Ini adalah Pemilu serentak pertama yang kita laksanakan, baik Pilpres maupun Pileg,” ucap Fadli usai memberi sambutan dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Election Visit Indonesia 2019, di Gedung Nusantara III DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (16/4/2019).

Beberapa negara lain tidak ikut hadir dalam undangan tersebut seperti Parlemen Amerika dan Australia. Para undangan dan observer dari negara asing yang diundang ini kemudian akan memantau ke sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Jabodetabek. TPS itulah para undangan melihat dari dekat bagaimana masyarakat di Tanah Air melakukan pemungutan suara dan proses penghitungannya.

“Kita ingin menunjukkan bahwa proses demokrasi di Indonesia merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dari agenda politik nasional yang cukup unik. DPR baru pertama kali mengundang. Biasanya yang mengambil inisiatif KPU (Komisi Pemilihan Umum). Tapi di negara-negara lain juga parlemennya biasa mengundang bila ada Pemilu,” terang politisi Partai Gerindra itu.

Turut hadir dalam FGD itu, para pembicara seperti Direktur Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini, Anggota DKPP Muhammad, dan akademisi UI Chusnul Mar’iyah. “Dengan adanya observer internasional, mereka bisa menyaksikan langsung prosesnya. Mereka juga bisa memberi masukan dan memantau. Kita berharap para penyelenggara pemilu bisa siap supaya tidak terjadi kecurangan,” tutup Fadli.

Sejumlah delegasi yang direncanakan hadir diantaranya Deputy Speaker of the House of Representative of Malaysia Mr. Nga Kor Ming; Member of Parliament Malaysia Mr. Hassan Abdul Karim; dan Mr. Klaus Rangga Julias Louis sebagai Sekretaris Delegasi Malaysia. Kemudian, Member of the Senate of Pakistan Mr. Muhammad Asad Ali Khan Junejo; Member of Pakistan National Assembly Mr. Muhammad Bashir Khan; serta Member of Turkish Grand National Assembly Mr. Adnan Gunnar.

Berikutnya, PUIC Secretary General Mr. Mouhamed Khourachi Niass; PUIC Deputy Secretary General Mr. Ali Ashgar Mohammadi Sijani; Secretary of Executive Committee GOPAC Mr. John Hyde; Anggota WFD Sir Simon Burns; dan Sekretariat Parlemen Rusia (DUMA) yang diwakili Mr. Anzhelika Butaeva dan Mr. Mikhail Davydov. Turut hadir Duta Besar Pakistan untuk Indonesia H.E. Abdul Salik Khan beserta jajaran, perwakilan dari GOPAC John Hyde dan sejumlah perwakilan Kedutaan Besar negara sahabat untuk Indonesia.

Berikut data manifes pihak Imigrasi terkait kepergian Prabowo menuju Dubai:

A. Mr. Prabowo Subiyanto (INA)
b. Mr. Edy Arman (INA)
c. Mr. Yoriko Fransisko Karapang (INA)
d. Mr. Gibrael Habel Karapang (INA)
e. Mr. Mikhail Davzdov (RUS)
f. Mrs. Anzhelika Butaeva (RUS)
g. Mr. Justin Darrell Flores Howard (USA)
h. Mr. Mischa Demermann (GER)

Nama-nama kru pesawat 5 orang:

a. Mr. Guy Shewart Plact
b. Mr. Cyril Destremau
c. Mr. Antonina Cieszczyk
d. Mrs. Cristina Cercone
e. Mr. Paul Brooke.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close