Metropolitan

Siap-siap, Parkir di Jakarta akan Lebih Mahal dari Biaya Makan

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Upaya menekan penggunaan kendaraan pribadi terus diupayakan. Salah satunya dengan menaikkan tarif parkir di Jakarta. Cara ini efektif dipakai seperti yang dilakukan di Kota New York.

“Tarif parkir di Kota New York bisa mencapai 30 dolar AS. Kalau dirupiahkan itu sudah lebih dari Rp420 ribu (kurs Rp14 ribu). Sementara biaya makan paling murah katakanlah 5 dolar AS (Rp70 ribu),” kata Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Bambang Prihartono di Jakarta, Kamis.

Bambang mengatakan kebijakan ini akan diadopsi guna mendukung kebijakan jalan berbayar elektronik atau electronic road pricing (ERP). Kebijakan ERP bakal diterapkan di Jakarta pada 2021.

Bambang menuturkan ERP sebaiknya diterapkan di wilayah perbatasan Jakarta dengan daerah lain. ERP berfungsi menghalau kendaraan dari luar Jakarta masuk ke pusat kota.

Sementara, penaikan tarif parkir yang tinggi akan diberlakukan di dalam area Jakarta yang menjadi titik pusat keramaian.

“Karena kalau di tengah kota akan terlambat mengurangi kendaraan pribadi. Sehingga di perbatasan ada ERP dan di tengah kotanya kita naikkan biaya parkir sangat tinggi. Itu kebijakan terpadunya,” urainya.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengaku pihaknya masih mengkaji penaikan tarif parkir. Pengkajian untuk mengetahui kapasitas parkir di seluruh DKI Jakarta, baik badan jalan (on street) maupun lokasi khusus (off street).

Dishub DKI nantinya akan membagi tarif parkir berdasarkan kriteria kawasan. Pihaknya juga berencana membatasi kapasitas parkir agar pengguna kendaraan beralih ke angkutan umum.

“Jadi bukan hanya meningkatkan tarif tapi kita juga ada kebijakan mengurangi parkir. Seperti di Thamrin 10 sudah kita hapus fungsi park and ride dan menjadi lokasi usaha bagi PKL atau UKM,” kata dia.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close