Setengah Juta Unggas Terserang Wabah Flu Burung di Polandia

Setengah Juta Unggas Terserang Wabah Flu Burung di Polandia
The Canberra Times

JAKARTA, SENAYANPOST.com - Wabah flu burung H5N1 yang sangat menular muncul di peternakan unggas Polandia, menyerang lebih dari setengah juta unggas, demikian disampaikan pejabat kesehatan hewan.

Wabah serupa juga dikonfirmasi muncul di Inggris pada Senin (8/11/2021). Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE) mengonfirmasi wabah flu burung di Polandia tersebut pada Senin, mengungkapkan bahwa lima kasus tercatat di bagian timur negara itu.

Empat kasus tercatat di fasilitas penggemukan kalkun, dan satu kasus di peternakan ayam broiler. Sementara itu di Polandia barat, wabah lain ditemukan di peternakan kalkun dan angsa.

OIE mengatakan bahwa hampir 650.000 unggas di peternakan Polandia telah terkontaminasi dengan flu burung yang sangat patogen, demikian diwartakan RT.

Dalam sebuah pernyataan Inspektorat Penyakit Hewan Polandia pada Sabtu (6/11/2021) mengatakan bahwa badan itu menerapkan langkah-langkah pengendalian penyakit di peternakan yang terkontaminasi wabah flu burung.

Baca Juga

Tindakan ini dapat mencakup tindakan membunuh hewan yang terinfeksi, membersihkan secara mendalam, dan mendisinfeksi area yang terkontaminasi, serta menetapkan zona infeksi yang ditentukan.

Polandia bukan satu-satunya negara yang menghadapi wabah flu burung, karena Inggris juga mengonfirmasi wabah serupa.

Pada Senin, zona perlindungan 3 km, serta radius 10 km untuk tujuan pengawasan, didirikan di Warwickshire, menyusul wabah flu burung di unit unggas kecil. Pemilik unggas di zona ini akan diminta untuk mencatat rincian pengunjung, agar dapat menghentikan penyebaran strain yang sangat menular.

Sementara itu, setiap pemilik unggas di wilayah 3 km harus mengisolasi burung mereka. H5N1 diperkirakan memiliki tingkat kematian sekitar 53% pada manusia yang tertular penyakit setelah kontak dengan unggas yang terinfeksi.

Antara 2003 dan Oktober 2021, 863 infeksi manusia dengan H5N1 telah tercatat secara global, menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan 456 di antaranya menyebabkan kematian.