Hukum

Setara Minta Hakim MK Tak Pilih Arief Hidayat sebagai Ketua

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Peneliti senior Setara Institute Ismail Hasani mengetuk hati para hakim konstitusi pada Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memastikan integritas kelembagaan MK tetap terjaga dengan tidak menyepakati langkah-langkah kontroversial terkait posisi Arief Hidayat.

“Berhentilah berpolitik dalam faksi-faksi yang tidak produktif dan hanya membuat integritas kelembagaan dan kualitas putusan MK menurun dengan memberikan kesempatan pada Arief Hidayat untuk menyelesaikan jabatannya sebagai Ketua MK hingga 1 April 2018,” demikian Ismail Hasani di Jakarta, Rabu (28/3/2018).

Kedua, tidak menyepakati desain rencana pengangkatan kembali Arief Hidayat sebagai Ketua MK, karena itu melanggar UU.

“Ketua MK hanya boleh menjabat 2 kali, yang artinya seorang hakim hanya dibolehkan menduduki dua kali masa jabatan tanpa harus menuntaskan masa jabatan yang ditetapkannya,” kata Ismail.

Ketiga, tidak melakukan permufakatan yang tidak etis dengan melakukan ‘aklamasi’ yang didesain untuk memuluskan obsesi Arief kembali menjadi Ketua MK. Memilih Ketua MK yang memiliki integritas moral dan etis tinggi adalah kebutuhan nyata bagi MK dan bagi kehidupan berkonstitusi kita.

Dan keempat, pada periode kepemimpinan Arief Hidayat, selain kualitas putusan yang melemah, tingkat politicking pada putusan-putusan MK juga meningkat. Hal tersebut tercermin dari banyaknya dissenting opinion pada putusan-putusan yang dihasilkan MK.

Meski dissenting opinion dimungkinkan dan sah secara hukum kata Ismail, tapi secara politik dapat dibaca sebagai cerminan konfigurasi afiliasi politik para hakim MK.

Padahal tugas utama hakim konstitusi adalah menegakkan keadilan konstitusional bukan menegakkan keadilan berdasarkan selera politik kelompok-kelompok masyarakat tertentu.

“Keadilan konstitusional adalah keadilan yang hanya didasarkan pada norma-norma konstitusi bukan pada aspirasi kerumunan massa dan kehendak-kehendak para politisi,” pungkasnya.

Arief Hidayat telah diambil sumpahnya oleh Presiden Jokowi pada Selasa (27/3). Dan, jabatannya sebagai Ketua MK akan berakhir pada 1 April 2018 mendatang. (MU)

KOMENTAR
Tags
Lihat selanjutnya
Close