Politik

Sesalkan Penghadangan Ma’ruf Amin di Pamekasan, Gus Ipul: Ini Bukan Karakter Warga Madura

SURABAYA, SENAYANPOST.com – Ketua PBNU dan mantan Wagub Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengaku prihatin atas aksi pengadangan yang dilakukan sekelompok massa terhadap kedatangan Cawapres Ma’ruf Amin di Pamekasan. Gus ipul sangat menyesalkan hal itu terjadi.

“Kita prihatin sekaligus menyesalkan aksi penghadangan terhadap salah satu calon wakil presiden yang sebenarnya diperbolehkan menurut undang-undang untuk melakukan perjalanan politik ke manapun sesuai ketentuan KPU,” kata Gus Ipul, Selasa (2/4/2019).

Gus Ipul khawatir, jika penghadangan ini dibiarkan, akan memicu aksi serupa terhadap calon lainnya. Karenanya, pengadangan seperti yang terjadi di Pamekasan pada Senin (1/4/2019) kemarin harusnya bisa dicegah sejak awal.

Gus Ipul mengimbau semua pihak terutama pendukung masing-masing calon bisa menahan diri agar proses demokrasi kali ini bisa berjalan dengan normal dan damai.

“Ada sesuatu yang lebih besar yang harus dipikirkan bersama pasca 17 April. Siapapun presidennya, rakyat ini harus sejahtera dan Indonesia menjadi semakin kuat. Itulah hal yang harus dijaga bersama-sama,” kata dia.

Gus Ipul yakin aksi penolakan terhadap Cawapres Ma’ruf Amin bukanlah karakter asli masyarakat Madura. Sebab, masyarakat Madura selama ini punya tradisi kuat menghormati tamu.

Hal itu bisa dilihat jika ada tamu warga Madura pasti akan membersihkan rumah, bahkan ada juga yang sampai mengecat rumah.

“Lebih-lebih jika tamunya adalah seorang ulama. Maka itu, ini (kejadian di Pamekasan) aneh, bukan karakter Madura. Mungkin ada kesalahpahaman, atau terprovokasi, ini bukan asli Madura,” kata Gus Ipul.

Diberitakan sebelumnya, usai melakukan kampanye terbuka di Sumenep, Madura, Ma’ruf Amin hendak menghadiri acara Haul dan berziarah ke makam Kiai Suhro di Pamekasan. Namun, sekitar Pukul 17.35 WIB di desa Jambringin, belasan mobil iringan Ma’ruf mendadak memperlambat laju kendaraan.

Ternyata, ratusan pendukung pasangan calon nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga mengkrumuni. Hal ini terlihat dari teriakan massa, dan beberapa atribut yang dibawanya.

Ada massa yang di pinggir jalan sembari mengacungkan jempol dan telunjuk simbol nomor paslon tersebut. Ada pula yang berada di atas motor, sembari sesekali teriak dan menggeber gas kendaraannya.

“Prabowo, Prabowo, Prabowo,” pekik massa.

Polisi mencoba mengatur, namun massa sudah tumpah ruah di jalanan. Mereka terus meneriakkan kata-kata Prabowo. Meski azan Magrib berkumandang, massa belum bubar dan masih mengerumuni iring-iringan mobil Ma’ruf.

Tak ingin terjadi hal yang diinginkan, polisi kemudian membentuk pagar betis untuk memberikan jalan. Sementara, awak media tak diperkenankan turun dari kendaraan, lantaran situasi belum kondusif.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Ma’ruf yang hendak menuju ke lokasi haul dan makam Kiai Suhro, sempat dilarikan ke salah satu rumah milik Kiai Lukman, sesepuh di Jambringin. Selain menunggu situasi reda, Ma’ruf juga sempat menunaikan ibadah salat Maghrib.

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close