Opini

Seratus “Wajah” & Doa Hari Ini

Oleh: Rofi’ Usmani

SEJAK empat tahun yang lalu, kepada seratus “wajah” itu, setiap hari, kuarahkan pandanganku kepada mereka. Semakin lama memandangi “mereka”, akupun merasa kian rendah diri. Betapa dalam ilmu mereka. Betapa luar biasa pengalaman mereka. Betapa tangguh dan ulet mereka, dalam “menantang” kehidupan. Betapa luhur akhlak mereka. Dan betapa banyak khazanah dan warisan yang mereka tinggalkan.

Empat tahun sudah, setiap hari aku “mengaji” dan “bercermin” kepada mereka. Setiap hari pula gumam pelan meluncur dari bibirku,

“Berusahalah selalu kau, Rofi’, untuk menyerap ilmu dan pengalaman mereka. Dan, semakin tundukkan kepalamu, kepada siapapun. Sadarlah, kau bukan siapa-siapa dan tidak ada apa-apanya dibanding mereka. Seratus “wajah” itu telah “menghiasi dunia.

Lewat ilmu, pengalaman, dan tindakan mereka. Berdoalah, kepada Sang Pencipta, kiranya kau dapat meneladani sejengkal jejak langkah mereka.”

Dini hari tadi, ketika aku bertemu kembali dengan seratus “wajah” itu, tetes mata pun meleleh pelan dan bibirku pun berdoa, “Allahumma ij’alna wa azwajana wa auladana wa banatina wa dzurriyyatina min ahl al-‘ilm wa ahl al-khair wa ahl al-tuqa wa ahl al-Qur’an. Allahumma barik lana fi ‘umrina wa ‘ulumina wa a’malina wa hayatina wa mamatina wa kulli ahwalina dan wa ‘ibadatina. Rabbana atina fi al-dunya hasanah wa fi al-akhirati hasanah wa qina ‘adzab al-nar. Amin.”

Bandung, 26 Januari 2020

*Penulis alumnus Universitas Al Azhar, Kairo, pernah nyantri di.Ponpes Al Munawwir, Krapyak, Yogyakarta. Sekarang pemgasuh Ponpes Nun, Baleendah, Bandung.

KOMENTAR
Tag
Show More

Check Also

Close
Back to top button
Close
Close