Ekonomi

Serangkaian Uji Coba yang Dijalani MRT Jakarta Sebelum Beroperasi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta ditargetkan bakal beroperasi secara resmi pada pertengahan Maret 2019. Namun sebelum beroperasi penuh, ada serangkaian uji coba yang mesti dilalui MRT Jakarta.

Sejak 9 Agustus ini, MRT Jakarta memasuki tes integrasi sistem persinyalan di jalur utama menggunakan kereta (system acceptance testing/SAT).

“Fase yang sekarang ini pengecekan terhadap sistem. Artinya yang kami periksa itu bagaimana sistem-sistem ini berfungsi, signaling sudah dipasang tapi harus dicek, listrik sudah dipasang, tapi harus dicek keberfungsiannya,” kata Direktur Utama PT MRT Jakarta William P Sabandar di Depo MRT Lebak Bulus, Selasa (28/8/2018).

Saat ini, uji coba pertama dilakukan selama lima minggu hingga 10 september 2018.

Selanjutnya, 10 September 2018 akan dimulai uji coba pergerakan kereta (dynamic test) di jalur utama. Pada 12 November 2018 kereta akan mulai uji coba operasi sistem perkeretaapian secara terintegrasi oleh kontraktor.
Selanjutnya, 8 Desember mulai uji coba kereta kedua hingga 16 di jalur utama.

“Untuk kereta kedua sampai 16 tidak sampai 5 minggu, pengetesan hanya sekitar 2 minggu. Per hari ini di depo Lebak Bulus sudah parkir 6 rangkaian kereta atau 36 kereta,” sebutnya.

Pada pertengahan Desember 2018 MRT akan melakukan uji coba paralel dan memulai trial run atau uji coba operasi tetapi tanpa penumpang.

“MRT baru akan memulai uji coba saat semua sistem sudah yakin untuk dioperasikan. Jadi tiap hari disupervisi oleh kontraktor, konsultan MRT dan kemenhub ketika kami sudah yakin sistem kami uji coba operasi,” kata William.

Pada 15 Februari 2019 akan dilakukan full trial run yaitu uji coba seolah-olah kereta telah beroperasi.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close