Tak Berkategori

Sepekan Ditnarkoba Bareskrim Polri Ungkap 787 Kasus Narkoba, Polda Jatim Terbanyak

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Satuan Tugas (Satgas) Direktorat IV Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap 787 kasus tindak pidana narkoba. Pengungkapan itu dilakukan dalam kurun waktu seminggu di seluruh Indonesia.

Direktur IV Tindak Pidana Narkoba Brigjen Pol Eko Daniyanto mengatakan, pengungkapan kasus pada minggu kedua di bulan Januari 2019 ini menunjukkan kenaikan dibanding bulan minggu sebelumnya.

“Jumlah Tindak Pidana Narkoba pada minggu II bulan Januari 2019 dibandingkan dengan periode minggu ke I bulan Januari 2019, menunjukkan kenaikan dari 368 kasus menjadi 787 Kasus (naik 113,86 persen),” kata Eko dalam keterangan tertulis, Sabtu (12/1/2019).

Seiring meningkatnya jumlah pengungkapan kasus maka jumlah tersangka yang ditangkap juga bertambah. Karena pada minggu sebelumnya hanya berjumlah 501 orang dan kini menjadi 1.015 orang (naik 102,59 persen).

“Bandar 12 orang, pengedar 497 orang, penyalahguna 505 orang, produsen 1 orang, WNA 1 orang, penanam dan yang ditindak tegas minggu kedua tidak ada,” ujarnya.

Sedangkan untuk barang bukti yang telah diamankan oleh pihaknya yakni ganja sebesar 53.053,57 gram yang mana telah mengalami penurun 83.32 persen dari minggu sebelumnya yang berjumlah 318.103,61 gram.

“Narkotika jenis sabu mengalami penurunan dari 74.290,98 gram menjadi 15.152,94 gram (turun 79,60 persen), narkotika jenis ekstasi mengalami kenaikan dari 2.377 butir menjadi 9.256 butir (naik 289,40 persen), tembakau gorilla mengalami kenaikan dari 15,5 gram menjadi 115,87 (naik 647,55 persen),” sebutnya.

“Untuk HappyFive mengalami kenaikan menjadi 2 butir (naik 100 pesen), Ketamine mengalami penurunan (turun 100%). Sedangkan barang bukti Psikotropika (Baya) mengalami kenaikan bila dibandingkan pada minggu I bulan Januari 2019,” sambungnya.

“Kemudian dari barang bukti yang berhasil disita pada periode minggu II bulan Januari 2019, maka aparat kepolisian telah berhasil menyelamatkan : 228.463 anak bangsa dari penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.

Selain itu, untuk pengungkapan kasus minggu II bulan Januari 2019, Polda Jawa Timur menempati peringkat pertama dengan mengungkap 116 kasus, disusul Polda Metro Jaya dengan 80 kasus, lalu Polda Sumatera Utara mengungkap 55 kasus.

Sedanngkan untuk barang bukti yang menempati peringkat teratas dalam minggu ke II bulan Januari 2019 yang beredar di Indonesia yakni sabu, ganja, ekstasi dan daftar g.

“Hasil mapping pada minggu ke II bulan Januari 2019, jalur masuk narkotika jenis sabu diantisipasi via jalur laut yang berasal dari Tawau Malaysia tujuan Indonesia melalui wilayah Kalimantan melalui Pulau Sebatik maupun Pulau Tarakan tujuan Kalimantan untuk pasokan wilayah Kalimantan dan Sulawesi,” jelasnya.

“Jumlah barang bukti ganja dan sabu mengalami penurunan dibandingkan dengan minggu I bulan Januari 2019,” kata dia.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close