Internasional

Sepekan, 152 Ribu Warga Mengungsi dari Suriah

JAKARTA, SENAYANPOST.com — Peningkatan serangan militer Rusia dan tentara rezim Bashar Al-Assad di sebelah barat laut Suriah telah membuat lebih dari 150 ribu warga pergi mengungsi dan terlantar dalam sepekan terakhir.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku semakin khawatir dengan warga sipil setempat saat rezim Asad dan Rusia meningkatkan pemboman.

“Kami khawatir dengan laporan serangan udara yang sedang berlangsung di pusat-pusat populasi dan infrastruktur sipil, yang mengakibatkan ratusan warga sipil tewas dan cedera,” kata Koordinator Urusan Kemanusiaan PBB, atau OCHA David Swanson seperti mengutip AFP, Selasa (7/5/2019).

“Lebih dari 152.000 wanita, anak-anak dan pria telah mengungsi di provinsi Aleppo dan Idlib selama seminggu terakhir saja,” tambahnya.

Sebelumnya, pasukan Suriah dibantu Rusia terus membombardir daerah pinggiran di Provinsi Hama dan Idlib yang masih dikuasai pemberontak. Serangan itu dilaporkan menewaskan 15 warga sipil.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (2/5), militer Suriah dan Rusia menyerang pedesaan di dua provinsi itu. Sebab, kawasan itu ditetapkan sebagai zona demiliterisasi setelah perjanjian antara Rusia dan Turki pada September 2018 silam.

Mereka menggempur menggunakan artileri darat dan serangan udara. Serangan itu digelar sejak Selasa lalu.

Hal itu membuat ribuan penduduk sipil mengungsi ke kamp-kamp penampungan di sepanjang perbatasan Turki.

Serangan bom itu dilakukan oleh helikopter Angkatan Udara Suriah. Mereka menjatuhkan bom barel yang berisi peledak dan benda-benda logam.

Militer Suriah berdalih mereka menyerang basis kelompok teroris. Idlib dikuasai oleh sejumlah milisi, dan yang paling kuat adalah kelompok Tahrir al-Sham, yang sebagian besar isinya adalah anggota Jabat al-Nusra yang berkaitan dengan Al-Qaidah.

Kelompok pemberontak Front Pembebasan Nasional menyatakan mereka akan mengerahkan seluruh pasukan dan bersiap menghadapi segala kemungkinan.

“Kami sudah mengirim pasukan tambahan untuk menghadapi serangan pasukan Suriah dan Rusia,” kata juru bicara Front Pembebasan Nasional, Naji al-Mustafa, seperti dikutip cnnindonesia.com. (JS)

KOMENTAR
Tags
Show More
Back to top button
Close
Close