Senjata ISIS Berasal dari AS dan Arab Saudi?

13:00
845
SENJATA ISIS -- Senjata yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi kepada pejuang oposisi kerap jatuh ke tangan ISIS.

LONDON, SENAYANPOST.com — Jika berita ini benar, maka selama ini otak kita dibuat terbalik-balik. Bagaimana mungkin kita bisa memberikan senjata mematikan kepada musuh bebuyutan yang selama ini harus diperangi.

Tetapi lensa dunia dalam membidik target memang selalu berbanding terbalik. Inilah dunia nyata, apa yang terlihat selalu mengecewakan.

Mungkin ini diskripsi yang pantas disematkan kepada Amerika Serikat dan sekaligus Arab Saudi yang diduga “mendukung’ ISIS, kelompok dakjal modern yang berjuang atas nama Allah, berupa pasokan senjata modern super mematikan itu.

Senjata yang dipasok oleh Amerika Serikat (AS) dan Arab Saudi kepada pejuang oposisi, kabarnya kerap jatuh ke tangan ISIS. Hal ini secara signifikan meningkatkan kuantitas dan kualitas senjata kelompok ekstrimis itu.

Begitu bunyi laporan yang dirilis kelompok pemantau senjata Conflict Armament Research (CAR) yang berbasis di London, Inggris.

“Jumlah senjata yang ada jauh melampaui yang bisa didapat melalui perang perebutan saja”, bunyi laporan CAR yang diterbitkan pada hari Kamis.

Laporan bertajuk “Senjata Negara Islam (ISIS)” di dasarkan pada investigasi lapangan selama tiga tahun di Irak dan Suriah terkait senjata kelompok itu dan asal usulnya.

Laporan ini menganalisis lebih dari 40.000 item yang ditemukan di medan perang termasuk senjata, amunisi, dan bahan yang digunakan untuk membuat alat peledak rakitan. Beberapa diakuisisi oleh ISIS melalui aliansi yang berkhianat dalam oposisi Suriah.

Penelitian tersebut mengatakan bahwa sebagian besar senjata dijarah dari tentara Irak dan Suriah. Meski begitu, sebagian senjata diketahui dipasok oleh negara-negara lain yang terlibat dalam konflik tersebut. Mereka mendukung kelompok oposisi Suriah yang berperang melawan Presiden Bashar al-Assad.

“Irak dan Suriah telah melihat pasukan ISIS menggunakan sejumlah besar senjata, yang dipasok oleh negara-negara seperti Arab Saudi dan Amerika Serikat, melawan berbagai koalisi anti-ISIS internasional yang didukung kedua negara,” kata CAR seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (15/12/2017).

Semua senjata yang diperiksa dibuat di negara-negara Uni Eropa (UE) dan, dengan meneruskannya ke kelompok bersenjata di Suriah, AS dan Saudi melanggar klausul kontrak yang melarang pemindahan kepemilikan mereka kembali.

Comments

comments