Health & Fitness

Sempat Mewabah, Ini Pencegahan dan Pengobatan Hepatitis A

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Penyakit menular hepatitis A belum lama ini ditetapkan sebagai kejadian luar biasa (KLB) di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Walaupun kasusnya sudah turun signifikan, hepatitis A perlu diwaspadai agar tidak lagi ada kasus serupa di daerah lain.

Seperti dikutip inews, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dr Andri Sanityoso Sulaiman, SpPD-KEGH mengatakan, hepatitis A berasal dari virus atau hepatitis A virus (HAV), sebuah virus RNA yang disebarkan melalui rute fekal oral atau mulut.

“Kalau Hepatitis A, di Indonesia itu endemis, akan terjadi terus sepanjang tahun, di Indonesia juga tinggi insidennya dan prevalensinya,” kata Dr Andri Sanityoso di acara Temu Media di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

Ia menjelaskan, penyebab hepatitis A juga bisa berasal dari pola hidup yang kurang higienis. “Kalau seseorang terinfeksi, masa inkubasi rata-rata 30 hari, tapi dia juga ada di ekskresi virus di tinja. Artinya, kalau hygine buruk itu mengakibatkan adanya KLB seperti kejadian baru-baru ini,” tukas dia.

Hal yang menarik pada hepatitis A adalah penyakit ini tidak menimbulkan gejala pada anak-anak, tetapi pada dewasa, gejala yang muncul meliputi kuning pada mata, kulit, tinja pucat, warna urine seperti teh, demam, nyeri otot dan sendi, penurunan nafsu makan, nyeri, mual serta muntah.

Sementara itu, untuk pengobatan hepatitis A tidak ada, karena virus tersebut bisa hilang sendiri. Namun perlu perawatan khusus agar penderita hepatitis A tidak semakin parah.

“Teorinya cukup istirahat, obat-obat lain harus dihindari. Tidak ada terapi, sehingga pencegahan yang penting dengan pola hidup higienis, sanitasi yang baik, dan sebagainya,” jelas dia.

Selain itu, ada pula vaksinasi untuk hepatitis A. “Air minum bersih, bahan makanan dimasak dengan benar, cuci tangan dengan benar. Ada vaksinasi untuk Hepatitis A, ini bisa mencegah. Membuat kekebalan untuk pasien tersebut dan mencegah terjadinya kerusakan hati akibat virus tersebut,” pungkasnya.

KOMENTAR
Tag
Show More
Back to top button
Close
Close