Internasional

Sempat Menghilang, Artikel soal SBY di Asia Sentinel Nongol Lagi

JAKARTA, SENAYANPOST.com – Artikel Asia Sentinel terkait mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) muncul kembali pada Sabtu (15/9). Dalam artikel itu, Editor Asia Sentinel John Berthelsen membeberkan pemberitaan bailout Bank Century buatannya viral di Indonesia.

Ia juga menyebutkan tudingan Partai Demokrat yang menyebut berita tentang bailout Century adalah palsu dan akan menuntut Asia Sentinel.

Pemberitaan tentang Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) yang akan membawa bukti baru soal bailout Century ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga diulasnya..

Artikel kreasi John Berthelsen ini mengulas hasil investigasi kasus bailout Century. Dalam tulisannya, John menyebut pemerintah SBY melakukan konspirasi kriminal terbesar yang mencuri dana USD12 miliar dari pembayar pajak dan mencucinya melalui bank-bank internasional.

Dari hasil investigasi setebal 488 halaman tersebut disebutkan ada 30 pejabat yang terlibat dalam kasus ini. Hasil investigasi ini diajukan ke Mahkamah Agung Mauritania bulan lalu.

Laporan analisis forensik yang diketahui sebagai bukti, dikompilasi oleh satuan tugas penyidik dan pengacara dari Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang, dan negara-negara lain.

Kasus ini diduga melibatkan serangkaian lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, United Overseas Bank (Singapore), dan lain-lain.

Banyak penipuan yang diduga memanipulasi status bank gagal PT Bank Century Tbk pada 2008 dan yang dikenal sebagai ‘Bank SBY’.

Dana itu diyakini berisi dana gelap terkait dengan Partai Demokrat yang dipimpin SBY. Bank ini direkapitalisasi pada 2008 dan berganti nama menjadi Bank Mutiara.

Setelah dinyatakan bangkrut pada 2008, Century diakuisisi Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan melakukan rekapitalisasi serta mengubah namanya menjadi Bank Mutiara.

Dalam hasil investigasi yang termaktub dalam berkas gugatan Weston Capital Internasional, kasus tersebut berlanjut saat J Trust, bank besar asal Jepang, menawarkan dana USD989,1 juta atau setara Rp14 triliun untuk membeli Bank Mutiara pada 2013.

Sumber pendanaan penawaran dari J Trust tidak pernah teridentifikasi. Namun, J Trust mampu mengakuisisi Bank Mutiara pada 2014. Dalam laporan investigasi itu disebut akuisisi disetujui oleh sejumlah pejabat Indonesia.

Para pejabat Indonesia sepakat J Trust sebagai pihak yang paling cocok membeli Bank Mutiara. Padahal, J Trust tak mengelola bank tersebut selazimnya bank komersial.

KOMENTAR
Tags
Show More
Close